“Asal saya dari Palembang, Encik” – Bagian 2

Pengantar: Pada tulisan “Asal saya dari Palembang, Encik” – Bagian 1 diceritakan mengenai kesan rakyat Malaysia terhadap orang Palembang yang dialami sendiri oleh penulis. Dan juga diceritakan 3 versi mengenai sejarah perjalanan Parameswara, putra mahkota Kerajaan Palembang, hingga dapat mendirikan kerajaan Melaka di Malaysia. Bagi yang belum membaca tulisan bagian 1, diharapkan dapat membacanya terlebih dahulu di link berikut ini ‘Asal saya dari Palembang, Encik’ – Bagian 1

kerajaan nusantara

Versi Ketiga sejarah Parameswara berdasarkan Novel Melaka the Glorious Malay Sultanate, oleh Mansor bin Puteh

Ketika Kerajaan Palembang dipimpin oleh Paduka Seri Maharaja Damia Raja, kerajaan Palembang merupakan salah satu kerajaan dari Pulau Andalas (Sumatera) yang disegani di seantero nusantara. Pada tahun 1389M Damia Raja jatuh sakit karena pengaruh umur. Damia Raja telah memimpin Kerajaan Palembang selama 4 dekade. Dan dia memiliki 2 orang putera, yang dimana putera keduanya adalah Parameswara (49 tahun) yang juga menjadi Putera Mahkota Kerajaan Palembang selama 3 dekade.

Seluruh pembesar dan keluarga kerajaan berkumpul di suatu ruangan untuk mendengarkan titah terakhir sang Raja. Damia Raja ingin menunjuk penggantinya untuk menjadi Raja kelima Kerajaan Palembang.  Parameswara dan beberapa pembesar kerajaan sangat yakin bahwa Parameswara lah yang akan ditunjuk menggantikan Damia Raja. Saat-saat mendebarkan itu akhirnya lepas setelah Damia Raja memutuskan untuk memberikan tampuk kepemimpinan kepada anak tertuanya, kakak kepada Parameswara.

Parameswara sangat marah ketika itu, karena sepatutnya dialah yang menjadi penerus ayahnya. Dia telah menjadi putra mahkota selama 3 dekade. Dan dia juga sangat yakin bahwa dia lah yg terpilih dibanding kakaknya yang tidak terlalu terlibat dalam tampuk pemerintahan sehari-hari kerajaan Palembang (Sebagai Putera Mahkota Parameswara berkewajiban untuk turut dalam pemerintahan kerajaan). Tapi apa daya, ayahnya telah memutuskan demikian. Walau sangat marah, tetapi Parameswara tidak menampakkannya pada saat itu. Tidak lama setelah itu, Damia Raja meninggal dunia setelah sempat memberitahu kepada semua orang kenapa dia memilih anaknya yang tertua untuk menjadi pemimpin Palembang tapi bukan parameswara.

Setelah kejadian tersebut, walaupun Kakaknya telah akan memberikan keistimewaan kepada Parameswara untuk memimpin wilayah manapun yang dia minta, Parameswara tetap sukar hati dan marah mengenai keputusan Ayahnya tersebut. Sampai akhirnya Parameswara beserta keluarga, perdana menteri dan ratusan prajurit setianya pergi meninggalkan tanah Palembang. Dia merasa malu untuk tetap tinggal di Palembang. Mau taruh dimana muka Parameswara ketika berjumpa rakyat Palembang ataupun tokoh-tokoh dari kerajaan lain.

Tempat yang dituju oleh Parameswara adalah kerajaan Majapahit. Karena dia memiliki hubungan persaudaraan dengan Raja Majapahit ketika itu, Hayam Wuruk. Parameswara berada di Majapahit selama lebih kurang 5 tahun sebelum akhirnya berlayar ke Temasek (Singapura). Di Singapura Parameswara berhasil membunuh Raja Temasek yang merupakan utusan dari kerajaan Siam (Thailand) ketika itu, dan akhirnya Parameswara memimpin Temasek selama lima tahun sebelum akhirnya dia dijatuhkan kembali oleh pengikut setia Raja yang terdahulu dan pasukan dari Siam. Parameswara beserta pengikutnya melarikan diri hingga ke hujung utara pulau Temasek. Akhirnya menyeberanglah mereka ke tanah Semenanjung Malaysia. Berhari-hari mereka berjalan di sepanjang pesisir Semenanjung untuk mencari tempat yang sesuai untuk menetap. Sampailah mereka di suatu tempat yang masih belum dipunyai oleh kerajaan manapun. Hanya terdapat beberapa kampung nelayan kecil disana. Mereka adalah rakyat bebas. Parameswara berkeinginan untuk mendirikan kerajaan disana. Dan dipilihlah daerah yang dekat dengan laut atau sungai agar kerajaan dapat melakukan pertukaran ekonomi dengan kerajaan lain.

anjing-pemburu

Suatu hari, Parameswara duduk di bawah suatu pohon yang bernama pohon Melaka. Dan beliau melihat suatu kejadian yang unik. Anjing pemburu Parameswara berhasil dikalahkan oleh seekor kancil yang kecil. Karena kejadian itu cukup membuat Parameswara takjub maka dinamakannya kerajaan yang baru dia bentuk itu menjadi Kerajaan Melaka.

Kerajaan Melaka banyak melakukan kerjama sama dengan kerajaan yang berada di Cina ataupun India dan Arab. Oleh karena seringnya melakukan kerjasama dengan kerajaan Muslim dari India, akhirnya Parameswara masuk Islam pada umur 74 tahun setelah dia mengunjungi kerajaan Samudera Pasai di Sumatera.  Parameswara juga menjalin ikatan kuat dengan kerajaan di Cina. Oleh demikian bangunan-bangunan yang terdapat di Melaka ketika itu banyak yg berunsurkan Cina. Seperti contohnya membangun bangunan dari batu bukan dari kayu yang umumnya dilakukan kerajaan Hindu terdahulu.

Parameswara meninggal dunia pada umur 84 tahun (1424 M). Dan kegemilangan Kerajaan Melaka berlanjut kepada Kesultanan Melaka hinggalah sekarang Melaka menjadi salah satu daya tarik wisata yang dimiliki Malaysia.

Kesimpulan beberapa versi sejarah tersebut

Dapat diambil kesimpulan bahwa sejarah yang sudah berlangsung sedemikian lamanya tentu akan ada berbagai versi yang menceritakannya. Untuk sejarah Parameswara mendirikan Kerajaan Melaka ini sendiri ada tiga versi yang populer. Ketiga versi itu hanya berlainan dan sedikit bertolak belakang di bagian intro atau sebelum Parameswara menginjakkan kakinya di tanah Semenanjung Malaysia, selebihnya adalah sama. Semoga pembaca dapat mengambil hal-hal yang bagus dari sejarah ini.

Tulisan berikutnya

Demikian sedikit sejarah kaitan Palembang dan Malaysia, khususnya Melaka. Cukup menarik bukan? Semoga artikel ini dapat memberikan sedikit informasi sejarah kepada kita semua. Nantikan tulisan saya berikutnya. Perkembangan Melaka disektor pariwisata dan beberapa hal yang dapat di contoh pemerintah daerah Palembang.

Masing-masing gambar di ambil dari

  • http://www.samarinda.go.id/sejarah?q=image/view/31
  • http://www.blackforgeart.co.uk/wv_people.html

Tags: , , , ,

12 komentar

  1. jadi sesama encik kita bersaudara …

  2. Memang tampaknya yang agak berbeda adalah pada bagian awalnya, tetapi bahwasanya Melaka didirikan oleh Parameswara semua versi mengakuinya. Buku “Early Kingdoms of the Indonesian Archipelago and the Malay Peninsula” oleh “Paul Michel Munoz” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “Kerajaan-Kerajaan Awal Kepulauan Indonesia dan Semenanjung Malaysia” menuliskan 2 versi. Versi pertama : Semasa mangkatnya raja Majapahit, Hayam Wuruk (1389M), terjadi pemberontakan terhadap Majapahit di Palembang yang dipimpin oleh Parameswara karena itu Palembang diserbu oleh pasukan Majapahit. Parameswara kalah dan meloloskan diri ke Temasek yang waktu itu dibawah pengaruh kerajaan Thai. Gubernur Thai dibunuh oleh Parameswara dan selanjutnya Parameswara menguasai Temasek. Thai marah dan menyerbu Temasek, selanjutnya Parameswara lari menyusuri pantai barat semenanjung dan mendirikan Melaka PADA 1402m. Versi 2 diceritakan oleh d’albuquerque : Parameswara adalah raja di Palembang dan dijadikan menantu oleh raja Majapahit Bataramurel. dan Parameswara wajib membayar upeti ke Majapahit. Tetapi Parameswara menolak membayar upeti sehingga Palembang diserang oleh pasukan Majapahit yang kuat. Karena tidak mau menjadi tawanan Majapahit maka Parameswara lari ke Temasek. Dan seterusnya . . . Pengarang (PM Munoz) adalah seorang Perancis yang sejak tahun 2000 menetap di Singapura.

    • jafis

      wah nice info gan…

      semakin menambah wawasan saya nih.. jadi kepingin membaca buku-buku diatas secara lengkap..

    • Aditya Wirawan

      Wah bukunya menarik sepertinya? ada dirumah?

      @jafis ehem.. untuk nickname satu itu jangan dipanggil agan. :D itu yang membesarkan saya selama ini :D

    • jafis

      oh maaf kalo gitu awank…

      wahh .. kapan – kapan saya bisa dong ketemu pak Kemas Ismail.. kebebtulan saya ada minat menyusun sebuah buku yang sederhana tentang sejarah sriwijaya yang hilang..

  3. suzan

    saatnya mulai berbenah agar kita semakin dihormati bangsa lain terutama negara tetangga

  4. Terima kasih tulisannya…menarik dan menambah wawasan

  5. bagian ketiganya akan ditunda sampai batas yang tidak ditentukan. Mohon maaf ya. Dikarenakan tanggung jawab sekarang sudah mulai berubah :)

Beri komentar