Dulu sewaktu pertama kali naik Busway, berpikir di dalam hati kapan kota saya ada kendaraan yang bersih, nyaman dan tanpa musik yang ugal-ugalan plus sopir yang tidak mabuk. Tapi sebentar lagi mimpi itu akan terwujud. Ya, Palembang akan miliki yang namanya BUSWAY yang dinamai TRANS MUSI. Sedikit beda tipis dengan Jakarta yang dikenal dengan Trans Jakarta-nya.
Sudah sejak tahun 2004 yang lalu hal ini direncanakan oleh pemerintah Kota Palembang dan mudah-mudahan Desember 2009 kendaraan yang diharapkan mengurangi kemacetan dan solusi berkendara nyaman ini benar-benar dapat digunakan tepat pada waktunya.
Memang melihat kondisi jalan di Kota Palembang, mungkin kita berfikir bagaimana hal itu dapat terealisasi. Kita tahu bahwa ruas Jalan di Kota Palembang sempit dan jarak antara tepi dengan jalannya sendiri sangat dekat sekali. Terlintas di benak saya, apa ini akan berjalan dengan mulus?
Tapi melihat keseriusan pemerintah, saya yakin hal ini akan menjadi solusi bagi orang-orang yang benar-benar membutuhkan. Terlihat sudah banyak halte-halte Busway yang sudah dibangun. Sempat bertanya, waktu satu bangunan halte itu ditegakkan, saya mengira para pekerja akan membangun tempat advertising, tapi setelah saya melihat berita ternyata itu halte Busway. Ya, applause yang langsung saya berikan pada saat itu kepada Pemkot Palembang. Terlebih hal yang juga menyenangkan, rute pertama akan dicoba adalah rute dari Simpang Patal menuju Palembang Indah Mall, dan kalian tahu rute itu akan melalui tempat saya kuliah dan bekerja. Ehm, saya akan mencoba untuk merasakan atmosfer tersebut, amazing!!!
Percayalah kehadiran Busway akan menambah nilai jual Sumatera Selatan, khususnya Palembang dalam dunia pariwisata. Wisatawan asing maupun lokal akan senang duduk berdampingan dengan kita, karena bus yang mereka duduki adalah bus standar yang mereka kenal.
Harapan besar tentunya dengan adanya Trans Musi nanti dari saya yaitu:
1. Bagi penumpang, jadilah penumpang yang cerdas. Penumpang yang benar-benar menjadikan aset kotanya berharga. Palembang maju, kita pun akan merasakannya.
2. Bagi pemerintah sendiri, carilah solusi cerdas bagi bus reguler yang selama ini beroperasi. Saya yakin akan timbul kontra dengan hadirnya Busway. Mungkin menjadikan mereka supir Busway sendiri dengan cara penseleksian supir Busway atau cara lain, yang saya yakin ini sudah dipikirkan.
3. Bagi pengendara kendaraan pribadi hendaknya tidak mencontoh masyarakat Jakarta yang suka “maling” lajur Busway.
Trans Musi oh Trans Musi, kami menantimu.
sumber foto : http://images.google.co.id
Tags: busway palembang
13 komentar
Selamat. Semoga tertata rapi dan berguna. Serta tidak ada rusuh dari angkutan umum lainnya
Pak ado blue print / master plan dari rencana trans musi dak??? aq la lamo nyari. skrg aq lagi di palembang (liburan idul adha), pas dari bandara sampe rumah liat beberapo calon halte. tp sikok yg jadi pertanyaan, aq belum ketemu benang merah lokasi halte2 itu cz jarak antar halte jauh, dll. aq lagi mo buat ulasan ttg ini. kl ado minta ye.
Ku tunggu juga Buswaynya, mash kena macet gak ya nnti???
@AW
Amiin
@Ganang
belum ada boss.. di koran juga gak jelas.. hanya dikasih tahu rutenya doang, tar kalo ada dikasih
ouw…ntu buat busway tah…tak kira apaan…
hag hag hag…
sip sip…semoga palembang semakin maju !!!!
palembangku surgaku
saya masih bingung dg konsep busway yg bakal diterapkan di palembang. kalo menurut pendapat saya, itu adalah “peremajaan” bus kota yg sudah sangat semrawut baik fisik dan rute.
di jakarta, busway membutuhkan jalur khusus. dengan demikian, perjalanan menjadi bisa lebih teratur dan tepat waktu. sedang trans musi, bercampur baur dengan kendaraan lain. otomatis, perjalanan akan sangat tergantung kondisi lalu lintas pada rute tesebut. kalo memang lagi macet, itu artinya trans musi bisa menempuh perjalanan berjam-jam. dan ini tentu tidak ada bedanya dengan bus kota.
soal halte, saya tidak melihat pintu atau jalur khusus dari halte ke bus trans musi atau sebaliknya. itu artinya, “rebutan” untuk keluar masuk trans musi bisa saja terjadi. akan berbeda bila “layout” halte dibuat sedemikian rupa sehingga masuk dari pintu depan dan keluar dari pintu belakang.
namun, satu terobosan ini sudah merupakan hal yg baik. setidaknya pihak pemerintah melihat bahwa pengaturan moda transportasi di kota ini merupakan suatu keharusan.
stuja saia
akhirnya saia bis kkmpus naek busway
tak perlu naek bis yang ugal2an dan muter lagu aneh2
smoga sajah transmusi kita tcinta kelak bisa mmuaskan warga plmbg
wah, baru tau
smoga saja trans musi ini juga terjamin keselamatan dan keamanannya dari oknum tak bertanggung jawab, dak tak ada itu “senggol basah” didalamnya..
seneng sih,, idenya bgs.
tapi sayang, banyak halte yg ‘makan’ trotoar.
kasian kan, para pejalan kaki kayak saya…
MOLOR launching.. jadi pesimis ngurangi kemacetan.
@victor: klo mw buat jalur khusus kyak di jakarta pasti tambah macet… aq lebih setuju dengan konsep trans jogja yg situasinya mirip dengan palembang.. inti dari tran musi kan untuk mengurangi ugal-ugalan dari bis kota bukan sekedar peremajaan. dengan adanya trans musi, sopir mendapat gaji tetap setiap bulan (itu konsep yg dipake di jakarta, jogja, bogor) jadi g ada yg kejar setoran…
Bravo Kota Palembang dengan adanya Bus Trans Musi dan juga salut kepada Pak Walikota/Wawako serta Kadishub atas terobosan besar ini guna mewujudkan Palembang Kota Internasional Sejahtera & Berbudaya 2013, sekedar memberi masukan untuk Pak Kadishub bahwa : dari Master Plan yg ada perlu memperhatikan letak lokasi halte yg kebanyakan sy lihat berdiri di atas trotoar tentu saja hal ini pasti akan mengganggu kenyamanan bagi pejalan kaki yg menggunakan trotoar tersebut, dan juga apabila bus berhenti untuk menaikkan/ menurunkan penumpang akan berakibat jalan menjadi macet karena tidak menggunakan jalur khusus apalagi didepan halte itu ada tempat perputaran kendaraan seperti contoh di depan RS. Ernaldi Km. 6 bus berhenti dan kendaraan yg mau berputar ke arah Kota juga otomatis berhenti krn menunggu kendaraan yg melaju kencang dari arah Km. 12 ke arah Kota belum lagi ditambah para tukang ojek yg bakal nongkrong berebutan penumpang dilokasi tersebut tentu kita dapat bayangkan betapa kroditnya situasi saat itu dan pasti akan terjadi kemacetan lalu lintas terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari, lalu kedepan perlu dilakukan perencanaan untuk penambahan jumlah halte karena yg ada sekarang ini sepertinya masih kurang dan jaraknya masih terlalu jauh sehingga nantinya akan membingungkan pengguna jasa transportasi tersebut tapi untuk langkah awal patut diacungi jempol, selanjutnya perlu adanya petugas terpadu dari setiap kecamatan untuk melakukan pengawasan/patroli 1×24 jam guna antisipasi menjaga halte yg sudah ada agar tdk dirusak oleh tangan2 jahil/oknum yg tidak bertanggungjawab, bukan hanya halte saja tapi seluruh asset kota yg ada wajib dijaga dan dipelihara agar apa yg dicita2kan oleh Pemerintah Kota Palembang dapat terwujud.
lanjut ke lagi.