<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog ePalembang</title>
	<atom:link href="http://blog.epalembang.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.epalembang.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jul 2010 03:27:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Let&#8217;s share the road to save the world</title>
		<link>http://blog.epalembang.com/ichin/2010/07/lets-share-the-road-to-save-the-world/</link>
		<comments>http://blog.epalembang.com/ichin/2010/07/lets-share-the-road-to-save-the-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 02:57:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Om Ichin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.epalembang.com/?p=513</guid>
		<description><![CDATA[Catatan 22 Juli
Pagi hari ini langit terlihat berawan agak mendung. Hmm&#8230;.cuaca yang cocok buat bersepeda ke kantor, apalagi kalo tambah hujan dikit, pasti udara tambah segar dan jalan lebih lengang . Ahh kuhentikan lamunanku tentang jalan yang sepi, waktunya kembali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="size-full wp-image-516 alignleft" src="http://blog.epalembang.com/site/wp-content/uploads/2010/07/sharethe-road.jpg" alt="sharethe road" width="140" height="137" />Catatan 22 Juli</strong></p>
<p>Pagi hari ini langit terlihat berawan agak mendung. Hmm&#8230;.cuaca yang cocok buat bersepeda ke kantor, apalagi kalo tambah hujan dikit, pasti udara tambah segar dan jalan lebih lengang . Ahh kuhentikan lamunanku tentang jalan yang sepi, waktunya kembali ke kenyataan yang tak kalah seru.</p>
<p>Om Sidiq baru saja mengabarkan bahwa dia tidak gowes hari ini, katanya mau naik transmusi aja. Dia merupakan sahabat di segala hajat. Mulai dari teman kuliah, tetangga di deket rumah, kolega dalam pekerjaan, teman gowes ke kantor, hingga teman seperjuangan dalam menjalankan komunitas Bike to Work Palembang.  Hari Senin dan Kamis memang biasanya digunakannya untuk berpuasa, sehingga ustadz yang satu ini memilih untuk tidak gowes ke kantor.</p>
<p>Menjadi <em>lone rider</em> tidak seburuk yang kita kira. Seringkali kita merasa lebih leluasa dan bebas dalam menggowes, memilih jalur dan menentukan kecepatan. Jalur yang kutempuh hari ini tidak berbeda dengan biasanya. Hanya sedikit lebih lengang yang didukung dengan cuaca yang lebih segar. Mirip dengan lamunanku tadi pagi. Pengendara kendaraan bermotor pun cenderung menjadi tidak terlalu agresif. Hanya, seperti biasa, angkot dan bus kota yang suka berhenti mendadak dan di sembarang tempat. Tetapi semuanya sudah saya antisipasi sehingga perjalanan tetap menyenangkan.</p>
<p>Pak Polisi dan Bu Polisi terlihat disiplin menjaga setiap persimpangan jalan atau tikungan, untuk mengatur kendaraan-kendaraan yang ingin lewat. Saat itu, tak terlihat pengendara yang nyelonong walaupun Polisi sudah memberikan tanda untuk berhenti.</p>
<p>Saat melintas Fly Over Simpang Polda, saya melihat pengendara sepeda lain dengan sepeda MTB dan menggunakan helm melintas di jalan di bawah saya menuju Jalan Basuki Rahmat. Saya tidak bisa mengenali identitasnya dari kejauhan. Dari perawakannya pasti bukan om Roby yang kerja di deket Pagi Sore. Atau Om Bayu kah? yang baru saja memperkenalkan diri yang suka gowes ke kantor dari Sukabangun 1 ke Polda. Sepanjang perjalanan, paling tidak saya bertemu dengan 5 pesepeda lainnya, seperti pedagang dan buruh bangunan. Saya senang bertemu dengan mereka di jalan raya saat hari biasa. Saya merasa tidak sendirian.  <strong><em>I was alone but not lonely</em></strong>.</p>
<p>Saya yakin, akan bertambah banyak masyarakat Palembang yang menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi untuk aktifitas regulernya.  Upaya pemerintah dalam mensosialisasikan dan memfasilitasi hak pesepeda sesuai dengan undang-Undang No 22 tahun 2009, akan sangat kami apresiasi setinggi-tingginya. Hal ini akan meningkatkan kepedulian pengendara kendaraan bermotor tentang hak pesepeda di jalan raya. Terima kasih untuk berbagi jalan dengan kami.<strong><em> You share the road and you save the world</em></strong> !!</p>
<p>Tulisan ini juga dapat di baca di: http://alesklar.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.epalembang.com/ichin/2010/07/lets-share-the-road-to-save-the-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersama Wujudkan  “Palembang Menjadi Kota Internasional, Sejahtera dan Berbudaya 2013”</title>
		<link>http://blog.epalembang.com/ganang/2010/07/bersama-wujudkan-%e2%80%9cpalembang-menjadi-kota-internasional-sejahtera-dan-berbudaya-2013%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://blog.epalembang.com/ganang/2010/07/bersama-wujudkan-%e2%80%9cpalembang-menjadi-kota-internasional-sejahtera-dan-berbudaya-2013%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 02:22:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ganang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[City Planning]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Palembang]]></category>
		<category><![CDATA[tata kota]]></category>
		<category><![CDATA[Visi Pembangunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.epalembang.com/?p=505</guid>
		<description><![CDATA[Palembang telah menetapkan visinya pada tahun 2008 untuk menjadi Kota Internasional di tahun 2013. Berbagai macam pembangunan telah dilaksanakan oleh Pemkot Palembang. Berikut adalah sedikit opini penulis tentang pencapaian visi Kota Palembang yang telah berjalan hampir 2 tahun ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img class="aligncenter" src="http://ads.epalembang.com/ad/www/images/fbda32cfb1d29a83c4144cb538a4ff29.gif" alt="" width="500" height="90" /></p>
<p style="text-align: justify">Judul di atas merupakan visi pembangunan dari Pemerintah Kota Palembang. Pemilihan visi pembangunan Kota Palembang yang ditetapkan oleh pasangan Walikota-Wakil Walikota terpilih pada tahun 2008. Memang visi ini telah lama dicetuskan yaitu sejak tahun 2008. Namun tidak ada salahnya untuk menkilas balik dan melihat kemajuan tentang visi pembangunan dari Kota Palembang setelah 2 tahun visi itu dikeluarkan.</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">Mengambil sumber dari <a title="Visi Pemkot Palembang 2008-2013" href="http://www.palembang.go.id/?nmodul=halaman&amp;judul=visi-kota-palembang&amp;bhsnyo=id" target="_blank">situs Pemerintah Kota Palembang</a>, Visi tersebut memiliki makna bahwa selama lima tahun kedepan, pembangunan di Kota Palembang memiliki cita-cita untuk mencapai terwujudnya Kota Palembang sebagai salah satu kota internasional yang senantiasa dinamis dalam merespon semua peluang dan tuntutan global, disertai dengan kepedulian tinggi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berbudaya. Terdapat tiga kunci pokok dalam visi Kota Palembang yakni:</p>
<p style="text-align: justify"><span id="more-505"></span></p>
<ol style="text-align: justify">
<li><strong>Kota Internasional </strong>mengandung arti bahwa pembangunan di Kota Palembang bertujuan untuk senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sehingga Kota Palembang memiliki kualitas pelayanan yang berdaya saing internasional, baik dari segi sarana prasarana, maupun sistem birokrasi beserta aparaturnya;</li>
<li><strong>Sejahtera</strong> bermaksud bahwa pembangunan di Kota Palembang bertujuan untuk mewujudkan kota yang aman, sentosa dan makmur dengan terpenuhinya kebutuhan hidup dasar disemua lapisan masyarakat;</li>
<li><strong>Berbudaya </strong>mengandung arti bahwa pembangunan di Kota Palembang akan tetap memperhatikan keberadaan dan keragaman budaya lokal, dalam bingkai dan tatanan masyarakat yang senantiasa dijiwai oleh nilai-nilai religius guna mewujudkan kesejahteraan seluruh masyarakat.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify">Pemilihan visi pembangunan Kota Palembang ini sepertinya masuk akal jika melihat akan latar belakang historis dari Kota Palembang itu sendiri. Kota Palembang merupakan kota tertua di Indonesia jika kita melihatnya dari Prasasti Kedukan Bukit (prasasti Kerajaan Sriwijaya) yang berangka tahun 682M. Kita juga tentu mengenal tentang Kerajaan Sriwijaya yang menjadi kerajaan dan pusat penyebaran agama Budha terbesar pada masanya. Di Palembang juga pernah berdiri Kesultanan Palembang Darussalam yang menjadi salah satu kesultanan Islam termasyur di wilayah sumatera bagian selatan. Kota Palembang juga memiliki banyak peninggalan sejarah sisa-sisa kejayaan kerajaan yang pernah ada di Palembang. Beberapa diantaranya yang menjadi ikon Palembang adalah Benteng Kuto Besak (yang merupakan benteng pertahanan Kesultanan Palembang Darussalam), Masjid Agung Palembang, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II di kawasan BKB, Kawah Tengkurep (yang merupakan pemakaman raja-raja), serta prasasti-prasasti yang tersimpan di Museum Balaputeradewa.</p>
<div id="attachment_621" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://ganangprakoso.files.wordpress.com/2010/07/cimg3963.jpg"><img class="size-full wp-image-621 " src="http://ganangprakoso.files.wordpress.com/2010/07/cimg3963.jpg" alt="" width="500" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Jembatan Ampera. Sumber: Dokumentasi Pribadi</p></div><br />
<div id="attachment_619" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://ganangprakoso.files.wordpress.com/2010/07/cimg3976.jpg"><img class="size-full wp-image-619 " src="http://ganangprakoso.files.wordpress.com/2010/07/cimg3976.jpg" alt="" width="500" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Plaza BKB, Sumber: Dokumentasi Pribadi</p></div><br />
<div id="attachment_620" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://ganangprakoso.files.wordpress.com/2010/07/cimg3989.jpg"><img class="size-full wp-image-620 " src="http://ganangprakoso.files.wordpress.com/2010/07/cimg3989.jpg" alt="" width="500" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Museum Sultan Mahmud Baddaruddin II. Sumber: Dokumentasi Pribadi</p></div><br />
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://itikkecil.files.wordpress.com/2009/03/masjid-agung.jpg?w=300&amp;h=225" alt="" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Masjid Agung Palembang. Sumber: http://itikkecil.wordpress.com/2009/03/18/itikkecil-and-the-blue-sky/</p></div>
<p style="text-align: justify">Sekarang mari kita lihat apa saja pencapaian yang telah dilakukan pemerintah Kota Palembang untuk menjadikan Palembang sebagai Kota Internasional sesuai dengan visi yang diikrarkan tersebut. Beberapa kesan positif yang ditangkap antara lain:</p>
<ol style="text-align: justify">
<li><strong>Pelaksanaan Visit Musi 2008</strong>. Kegiatan ini merupakan icon terbaru untuk memperkenalkan potensi Palembang ke tingkat internasional. Kegiatan merupakan ‘kegiatan turunan’ dari Program Visit Indonesia Year yang juga dilaksanakan pemerintah Republik Indonesia. Program ini memang meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Palembang. Namun disayangkan program ini hanya berlangsung 1 tahun. (Baca juga artikel: <a title="Kemana Hilangnya &quot;Visit Musi&quot;?" href="http://ganangprakoso.wordpress.com/2010/01/04/kemana-hilangnya-%E2%80%9Cvisit-musi%E2%80%9D/" target="_blank">Kemana Hilangnya “Visit Musi”?</a>)</li>
<li><strong>Pembangunan Sistem Transporatsi Publik Trans Musi. </strong>Trans Musi dibangun untuk menjawab permasalahan transportasi public di Kota Palembang yang semakin tidak teratur, serta untuk mengatasi permasalahan kemacetan di beberapa titik di pusat Kota Palembang. Pembangunan sistem transportasi public seperti ini merupakan cerminan kemajuan sebuah kota menuju kearah kota yang berstandar internasional yang sesuai dengan visi pembangunan Kota Palembang. <strong> </strong></li>
<li><strong>Penataan Kawasan</strong>. Beberapa titik di Kota Palembang yang sebelumnya kurang tertata dengan baik, sekarang telah lebih enak untuk dikunjungi. Beberapa titik yang menjadi perhatian Pemkot Palembang antara lain Kawasan Benteng Kuto Besak (sekarang menjadi salah satu icon baru Palembang selain Ampera), kawasan bawah jembatan Ampera (selama ini dijadikan sebagai tempat nge-tem angkutan umum, namun sekarang sudah menjadi salah satu taman kota), pembuatan taman di simpang polda, serta Kawasan Kambang Iwak. Kawasan yang disebut terakhir mendapatkan penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup pada tahun 2010 sebagai <a title="Taman Kota Terbaik" href="http://www.palembang.go.id/?nmodul=berita&amp;bhsnyo=id&amp;bid=51" target="_blank">Taman Kota Terbaik di Indonesia</a><br />
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="    " src="http://img90.imageshack.us/img90/5171/kambangiwak12bh.jpg" alt="" width="500" height="400" /><p class="wp-caption-text">Taman Kambang Iwak Palembang. Sumber: Google</p></div></p>
<p><strong> </strong></li>
<li><strong>Pelaksanaan Even Bertaraf Regional</strong>. Salah satu even bertaraf regional adalah Sriwijaya Expo. Even ini menampilkan semua potensi yang ada di Kota Palembang khususnya dan Sumsel umumnya. Seharusnya Palembang mempunyai satu even bertaraf regional lainnya melalui program “Visit Musi”, namun program ini hanya bertahan satu tahun. Selain itu Palembang dan Sumsel juga pernah menjadi tuan rumah pergelaran Kualifikasi Piala Asia dan sekarang tengah mengincar untuk menjadi salah satu tuan Rumah SEA GAMES XXVI Tahun 2011.<strong> </strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify">Namun masih terdapat beberapa catatan kecil yang harus segera diperbaiki bila tetap ingin melanjutkan visi pembangunan Kota Palembang tersebut. Beberapa catatan kecil yang sempat dirangkum antara lain:</p>
<ol style="text-align: justify">
<li><strong>Masalah Kemacetan</strong>. Kemacetan merupakan permasalahan yang umum di kota-kota besar di Indonesia termasuk di Kota Palembang. Beberapa titik kemacetan di kota Palembang antara lain di sekitar pasar-pasar tradisional seperti Pasar KM. 5, dan Pasar Cinde; di simpang RSK Charitas yang selalu terjadi setiap hari. Umumnya kemacetan ini terjadi terjadi dikarenakan semerawutnya bis kota yang mencari penumpang. Solusi pembuatan Trans Musi belum dapat secara optimal mengurangi kemacetan yang disebabkan bis perkotaan tersebut.<strong> </strong></li>
<li><strong>Masalah genangan dan banjir ketika hujan. </strong>Beberapa titik di Kota Palembang masih sering tergenang dan bahkan banjir saat musim hujan tiba. Permasalahan ini diakibatkan karena pendangkalan anak-anak sungai musi yang berada di Kota Palembang serta diakibatkan rendahnya kualitas drainase perkotaan untuk mengalirkan air.<strong> </strong></li>
<li><strong>Masalah kerusakan jalan.</strong> Beberapa jalan di Kota Palembang terutama di pinggiran kota masih banyak yang memiliki kualitas rendah dengan lubang dibanyak tempat. 2 bulan yang lalu saat akan kembali ke Jakarta sempat melewati jalan menuju bandara yang berada dipinggiran Palembang (nama jalannya lupa, maklum baru pertama lewat jalan itu). Kondisi jalanannya memprihatinkan dengan perkerasan yang seadanya dan banyaknya lubang.<strong> </strong></li>
<li><strong>Perbaikan dan pembangunan beberapa taman kota lainnya</strong>. Taman kota yang asri merupakan keinginan banyak warga masyarakat serta untuk melaksanakan amanat UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataaan Ruang yang menyebutkan Pemerintah harus menyediakan 30% Ruang Terbuka. Keberhasilan Kota Palembang (dengan Taman Kambang Iwak) memperoleh penghargaan sebagai Taman Terbaik harusnya memacu pemerintah untuk memperbanyak lagi taman-taman kota yang asri dan nyaman untuk menjadi tempat refreshing bagi warga Palembang. (baca juga artikel <strong><a title="Mencari Kesejukan di Bumi Sriwijaya" href="http://ganangprakoso.wordpress.com/2009/11/17/404/" target="_blank">Mencari Kesejukan di Bumi Sriwijaya</a></strong>).<strong> </strong></li>
<li><strong>Perbaikan Fasum yang ada di Kota Palembang. </strong>Pembenahan Fasum seperti pasar tradisional, sarana pendidikan, sarana kesehatan, dan lainnya wajib dilakukan oleh Pemkot Palembang untuk memberikan layanan yang optimal bagi warganya sebagai wujud nyata visi pembangunan Kota Palembang.<strong> </strong></li>
<li><strong>Perbaikan ‘wajah’ kota. </strong>Masih seringnya kita lihat ada spanduk, baliho serta papan iklan yang dipasang secara sembarangan mengakibatkan ‘wajah’ Kota Palembang terlihat tidak teratur. Hal-hal seperti inilah yang harus segera ditertibkan oleh Pemkot Palembang sehingga Kota Palembang akan terlihat lebih rapi dan enak untuk dilihat.<strong> </strong></li>
</ol>
<p>Tulisan ini hanya sekedar opini pribadi sebagai warga Kota Palembang yang ingin melihat kemajuan dari Kota Palembang. Masih ada 3 tahun lagi sebelum Tahun 2013 untuk terus memperbaiki dan menata Kota Palembang sehingga visi pembangunan yang telah ditetapkan dapat benar-benar terwujud. Dan ketika visi itu nantinya berhasil tercapai, menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Palembang yang mempunyai kota yang dapat dibanggakan tidak hanya di level nasional namun juga di lever internasional. Semoga visi Kota Palembang itu dapat tercapai. Semoga Kota Palembang semakin maju dan lebih baik dari hari ke hari.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.epalembang.com/ganang/2010/07/bersama-wujudkan-%e2%80%9cpalembang-menjadi-kota-internasional-sejahtera-dan-berbudaya-2013%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kota Ini Milik Siapa?</title>
		<link>http://blog.epalembang.com/ganang/2010/05/kota-ini-milik-siapa/</link>
		<comments>http://blog.epalembang.com/ganang/2010/05/kota-ini-milik-siapa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 12:03:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ganang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[partisipasi masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[tata kota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.epalembang.com/?p=497</guid>
		<description><![CDATA[Undang-Undang Perencanaan Ruang Nomor 26 Tahun 2007 telah mengamanatkan untuk melibatkan peran serta masyarakat dalam perencanaan ruang. Namun apakah amanat tersebut telah dilaksanakan dengan baik? Tulisan ini mencoba untuk sedikit membahas hal tersebut, dan mari kita diskusikan bersama.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://i83.servimg.com/u/f83/13/73/47/47/master10.jpg" alt="" width="250" height="250" />Kota selalu identik dengan kemewahan dan kelengkapan sarana prasarana yang mendukung kegiatan manusia yang tinggal di dalamnya. Namun apakah pengertian kota yang sebenarnya. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota" target="_blank">Kota</a>, dalam Wikipedia Indonesia, diartikan sebagai sebuah <span style="text-decoration: underline">area urban</span> yang berbeda dari desa ataupun kampung berdasarkan ukurannya, kepadatan penduduk, kepentingan, atau status hukum. Selain Kota, terdapat pula istilah kawasan perkotaan. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kawasan_perkotaan" target="_blank">Kawasan perkotaan</a>, dalam Wikipedia Indonesia, diartikan sebagai wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.</p>
<p>Selain dua pengertian di atas, terdapat juga pengertian tentang kota (kawasan perkotaan) pada Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007. Dalam Pasal 1 point 25 undang-undang tersebut, Kawasan Perkotaan diartikan sebagai sebagai wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.</p>
<p><span id="more-497"></span></p>
<p><strong>Hak, Kewajiban dan Partisipasi Masyarakat Dalam Penataan Ruang</strong></p>
<p>Hak, kewajiban dan partisipasi masyarakat dalam penataan ruang telah diamanatkan dalam Undang-Undang 26 Tahun 2007. Dalam Pasal 60 disebutkan bahwa setiao orang berhak untuk:</p>
<ol>
<li>mengetahui rencana tata ruang;</li>
<li>menikmati pertambahan nilai ruang sebagai akibat penataan ruang;</li>
<li>memperoleh penggantian yang layak atas kerugian yang timbul akibat pelaksanaan kegiatan pembangunan yang sesuai dengan rencana tata ruang;</li>
<li>mengajukan keberatan kepada pejabat berwenang terhadap pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang di wilayahnya;</li>
<li>mengajukan tuntutan pembatalan izin dan penghentian pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang kepada pejabat berwenang; dan</li>
<li>mengajukan gugatan ganti kerugian kepada pemerintah dan/atau pemegang izin apabila kegiatan pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang menimbulkan kerugian.</li>
</ol>
<p>Selain hak yang telah disebutkan, dalam Pasal 61 disebutkan bahwa masyakarakat juga wajib untuk:</p>
<ol>
<li>menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan;</li>
<li>memanfaatkan ruang sesuai dengan izin pemanfaatan ruang dari pejabat yang berwenang;</li>
<li>mematuhi ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruang; dan</li>
<li>memberikan akses terhadap kawasan yang oleh ketentuan peraturan perundang-undangan dinyatakan sebagai milik umum.</li>
</ol>
<p>Lalu bagaimana dengan partisipasi masyarakat dalam penataan ruang? Undang-Undang 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang pun telah mengatur hal tersebut. Dalam Pasal 65 ayat 1 telah disebutkan bahwa pemerintah melakukan penataan ruang dengan melibatkan peran serta masyarakat. Pelibatan peran serta masyarakat, yang dimaksud dalam ayat 1 tersebut, dijelaskan lebih detail pada ayat 2, yaitu dilakukan dengan cara:</p>
<ol>
<li>partisipasi dalam penyusunan rencana tata ruang;</li>
<li>partisipasi dalam pemanfaatan ruang; dan</li>
<li>partisipasi dalam pengendalian pemanfaatan ruang.</li>
</ol>
<p><strong>Lalu, Siapa Warga Kota?</strong></p>
<p>Kota dengan segala kelengkapan sarana dan prasarananya sering diidentikan dengan kehidupan yang glamor. Masyarakatnya pun sering diidentikan dengan masyarakat golongan menengah ke atas. Walaupun diantara masyarakat-masyarakat tersebut terdapat juga masyarakat-masyarakat marginal golongan ekonomi bawah yang sering dipinggirkan. Namun apakah mereka dilibatkan dalam penataan ruang seperti yang telah diamanatkan dalam undang-undang?</p>
<p>Jika kita lihat penyusunan rencana tata ruang daerah selama ini, peran serta masyarakat dalam penyusunan rencana tata ruang masih sangat minim. Masyarakat selama ini hanya dijadikan sebagai <em>sample</em> dalam survey awal penyusunan rencana tata ruang. Padahal yang diharapkan dalam undang-undang tersebut, peran serta masyarakat lebih dari sekedar menjadi <em>sample</em>.</p>
<p>Dalam penjelasan Pasal 20 huruf b Peraturan Pemerintah No 15 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Penataaan Ruang, dijelaskan bahwa pelibatkan peran serta masyarakat dalam penyusunan rencana tata ruang dilakukan antara lain melalui penjaringan opini publik, forum diskusi dan konsultasi publik. Namun ternyata pemerintah sebagai penyelenggara penyusunan rencana tata ruang tidak melakukan amanat yang telah ditetapkan tersebut. Oleh sebab itu dapat kita lihat bahwa terjadi ketidaksesuain penggunaan ruang atau sering terjadinya keributan saat dilakukan penggusuran terhadap lokasi-lokasi yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan.</p>
<p>Namun ada beberapa hal yang terlihat ironis dimata penulis. Lokasi-lokasi yang dimiliki oleh masyarakat menengah ke bawah yang sering menjadi kaum marjinal lebih sering ditertibkan dengan alasan apa yang mereka lakukan (mendirikan bangunan, dll) tidak sesuai dengan rencana tata ruang yang ada. Sedangkan lokasi-lokasi yang dimiliki oleh masyarakat menengah ke atas yang notabane memiliki kekuatan modal, walau penggunaan ruang yang mereka lakukan tidak sesuai dengan rencana tata ruang, mereka tidak ditertibkan. Seharusnya pemerintah menerapkan asas kesamaan dalam melakukan penertiban penggunaaan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang.</p>
<p>Hal yang lebih penting dari semua itu adalah dengan meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya peran serta mereka dalam penyusunan perencanaan tata ruang. Pemerintah harus lebih aktif dalam mensosialisasikan pentingnya keterlibatan masyarakat. Kita nampaknya mesti belajar dengan negara-negara Eropa bagaimana mereka dapat melibatkan masyarakat dengan lebih aktif. Rencana Tata Ruang tidak akan pernah disahkan jika masih ada masyarakat yang masih merasa dirugikan atau tidak setuju dengan rancangan rencana tata ruang yang telah disampaikan pemerintah. Masyarakat berhak mengkritik dan merevisi rancangan rencana tata ruang yang diajukan pemerintah melalui konsultasi publik atau semacam rapat dengar pendapat dengan masyarakat. Masyarakat pun dapat dengan aktif melihat rancangan rencana tata ruang dari pemerintah dengan mudah karena rancangan tersebut dipasang disetiap ruang public atau di instansi pemerintah. Dengan keterbukaan dan keterlibatan masyarakat seperti itu maka akan dapat diminimalisasi ketidaksesuaian penggunaan ruang atau terjadinya aksi demonstrasi terhadap penertiban kawasan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang. Semoga saja.</p>
<p>Sumber Referensi:</p>
<ol>
<li>Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang</li>
<li><span style="background-color: #ffffff">Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang</span></li>
<li><span style="background-color: #ffffff"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota">http://id.wikipedia.org/wiki/Kota</a></span></li>
<li><span style="background-color: #ffffff"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kawasan_perkotaan">http://id.wikipedia.org/wiki/Kawasan_perkotaan</a></span></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.epalembang.com/ganang/2010/05/kota-ini-milik-siapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ruang Terbuka Hijau Habis, Siap-Siap Kekurangan O2</title>
		<link>http://blog.epalembang.com/suzan/2010/04/ruang-terbuka-hijau-habis-siap-siap-kekurangan-o2/</link>
		<comments>http://blog.epalembang.com/suzan/2010/04/ruang-terbuka-hijau-habis-siap-siap-kekurangan-o2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 14:04:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suzan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[GOR]]></category>
		<category><![CDATA[O2]]></category>
		<category><![CDATA[Oksigen]]></category>
		<category><![CDATA[orang palembang]]></category>
		<category><![CDATA[palembang]]></category>
		<category><![CDATA[Paru-paru Kota]]></category>
		<category><![CDATA[RTH]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Terbuka Hijau]]></category>
		<category><![CDATA[Sea Games XXVI]]></category>
		<category><![CDATA[Sport Hall]]></category>
		<category><![CDATA[sumsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.epalembang.com/?p=492</guid>
		<description><![CDATA[Pesatnya pembangunan saat ini memberikan imbas bagi lingkungan. Hadirnya gedung pencakar langit ternyata mengikis keberadaan ruang terbuka hijau. Bisa kita lihat, pembangunan mall, gedung perkantoran atau lainnya banyak membabat habis lahan kota karena harus mendukung fasilitas perkotaan, mulai dari kemajuan teknologi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 10px;margin-left: 0px;font-size: 12px;font-family: inherit;vertical-align: baseline;text-align: justify;padding: 0px;border: 0px initial initial">Pesatnya pembangunan saat ini memberikan imbas bagi lingkungan. Hadirnya gedung pencakar langit ternyata mengikis keberadaan ruang terbuka hijau. Bisa kita lihat, pembangunan mall, gedung perkantoran atau lainnya banyak membabat habis lahan kota karena harus mendukung fasilitas perkotaan, mulai dari kemajuan teknologi, industri dan transportasi.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 10px;margin-left: 0px;font-size: 12px;font-family: inherit;vertical-align: baseline;text-align: justify;padding: 0px;border: 0px initial initial">Bahkan pembangunan menyita RTH yang kerap dianggap sebagai lahan cadangan dan tidak ekonomis. Karena tingginya gedung menjadi tolok ukur keberhasilan suatu kota. Hmmm… benarkah demikian ?</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 10px;margin-left: 0px;font-size: 12px;font-family: inherit;vertical-align: baseline;text-align: justify;padding: 0px;border: 0px initial initial">Padahal semakin tingginya gedung dan banyak kendaraan menandakan pencemaran dan pemanasan global semakin meningkat.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 10px;margin-left: 0px;font-size: 12px;font-family: inherit;vertical-align: baseline;text-align: justify;padding: 0px;border: 0px initial initial">Untuk mengatasi kondisi lingkungan kota seperti ini sangat diperlukan RTH sebagai suatu teknik<em>bioengineering </em>dan bentukan <em>biofilter </em>yang relatif lebih murah, aman, sehat, dan menyamankan.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 10px;margin-left: 0px;font-size: 12px;font-family: inherit;vertical-align: baseline;text-align: center;padding: 0px;border: 0px initial initial"><img src="http://suzannita.files.wordpress.com/2010/04/kambang-iwak3.jpg?w=300&amp;h=225" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 10px;margin-left: 0px;font-size: 12px;font-family: inherit;vertical-align: baseline;text-align: justify;padding: 0px;border: 0px initial initial">Pasalnya RTH yang merupakan bagian ruang terbuka (<em>open spaces</em>) suatu wilayah perkotaan  diisi oleh tumbuhan, tanaman, dan vegetasi (endemik, introduksi) sehingga menjadi paru – paru kota dan memberikan cadangan Oksigen bagi masyarakat kota tersebut.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 10px;margin-left: 0px;font-size: 12px;font-family: inherit;vertical-align: baseline;text-align: justify;padding: 0px;border: 0px initial initial">Sebagai contoh di Palembang, untuk mendukung pelaksanaan ajang olah raga paling bergengsi di Asia yaitu SEA GAMES XXVI 2011, Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan yang juga menjadi salah satu tuan rumah mulai melakukan banyak persiapan, terutama  mempercantik bentuk kota, merenovasi dan membangun sarana olahraga serta tidak tertinggal membangun Hotel, Mall, Restoran dan lain nya.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 10px;margin-left: 0px;font-size: 12px;font-family: inherit;vertical-align: baseline;text-align: center;padding: 0px"><a href="http://www.sripoku.com/view/25818/tak_setuju_alih_fungsi_gor"><img class="aligncenter" src="http://suzannita.files.wordpress.com/2010/04/gor_kampus.jpg?w=300&amp;h=270" alt="" width="300" height="270" /></a></p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 10px;margin-left: 0px;font-size: 12px;font-family: inherit;vertical-align: baseline;text-align: justify;padding: 0px;border: 0px initial initial">Salah satunya adalah kawasan Sport Hall atau GOR di Jalan A. Rivai Palembang, merupakan salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di Kota Palembang dengan luas ± 5 Ha. Kawasan ini akan diubah bentuk dan fungsinya menjadi kawasan bisnis dengan dibangun nya Hotel, Town Square, dan Café untuk mendukung pelaksanaan SEA GAMES XXVI.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 10px;margin-left: 0px;font-size: 12px;font-family: inherit;vertical-align: baseline;text-align: justify;padding: 0px;border: 0px initial initial">Rencana Pengalih fungsian kawasan tersebut menjadi kawasan Bisnis, sesungguhnya sangat bertentangan dengan mandate UU No 26 Tahun 2007 tentang Tata Ruang. Pada salah satu pasalnya mewajibkan setiap Kota dan Kabupaten yang ada di Indonesia memiliki Ruang Terbuka Hijau(RTH) minimal 30 persen dari luas Kota, yaitu 20 persen RTH yang dibangun pemerintah untuk kepentingan Publik, dan 10 Persen RTH Private yang diwajibkan pemerintah untuk dibuat/dimiliki oleh setiap Rumah.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 10px;margin-left: 0px;font-size: 12px;font-family: inherit;vertical-align: baseline;text-align: justify;padding: 0px;border: 0px initial initial">Kota Metropolis Palembang saat ini hanya memiliki RTH seluas 3 Persen atau sekitar 1.200 Ha, sehingga untuk mencukupi mandate tersebut harusnya pemerintah membangun sebanyak mungkin RTH, bukan malah melakukan Alih Fungsi RTH yang telah ada.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 10px;margin-left: 0px;font-size: 12px;font-family: inherit;vertical-align: baseline;text-align: center;padding: 0px"><a href="http://suzannita.files.wordpress.com/2010/04/pohon_tua_palembang.jpg"><img class="aligncenter" src="http://suzannita.files.wordpress.com/2010/04/pohon_tua_palembang.jpg?w=300&amp;h=195" alt="" width="300" height="195" /></a><br />
Berdasarkan catatan investigasi dan analisis yang dilakukan, jika Kawasan GOR ini di alih fungsi akan menyebabkan hilangnya 414 batang Pohon yang terdiri dari berbagai macam jenis seperti Beringin, Palem, Kelapa, Angsana, Jarak duri, Jambu, Nangka dan Tembesu. Yang selama ini 1 pohonya berfungsi sebagai penghasil oksigen (O2) sebanyak 1.2 – 1.5 Kg. Sehingga dengan jumlah pohon sebanyak 414 buah, Oksigen yang dihasilkan sebesar 0.5 – 0.6 Ton/hari, ini setara dengan kebutuhan oksigen 1.500 orang /hari. Selain itu kawasan ini juga berfungsi sebagai penyerap karbon (CO2) yang merupakan salah satu zat penyebab Pemanasan Global, sekitar 8,3 – 15 Kg/hari atau 3 – 5,4 ton/tahun.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 10px;margin-left: 0px;font-size: 12px;font-family: inherit;vertical-align: baseline;text-align: justify;padding: 0px;border: 0px initial initial">Selayaknya pembangunan dan pengelolaan RTH wilayah perkotaan harus menjadi substansi yang terakomodasi secara hierarkial dalam perundangan dan peraturan serta pedoman bagi pembangunan di perkotaan.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 10px;margin-left: 0px;font-size: 12px;font-family: inherit;vertical-align: baseline;text-align: justify;padding: 0px;border: 0px initial initial">Pembangunan yang baik adalah dengan tidak mengesampingkan keberadaan ruang terbuka hijau dengan terus melestarikan lingkungan bukan membabat habis setiap pohon yang memberikan sumbangan Oksigen cuma – cuma bagi kita.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 10px;margin-left: 0px;font-size: 12px;font-family: inherit;vertical-align: baseline;text-align: justify;padding: 0px;border: 0px initial initial">Sudah siapkah kita kekurangan O2 dan menggunakan masker ?</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 10px;margin-left: 0px;font-size: 12px;font-family: inherit;vertical-align: baseline;text-align: justify;padding: 0px;border: 0px initial initial">Tulisan ini juga dipublish <a href="http://suzannita.wordpress.com/2010/04/26/ruang-terbuka-hijau-habis-siap-siap-kekurangan-o2/">disini </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.epalembang.com/suzan/2010/04/ruang-terbuka-hijau-habis-siap-siap-kekurangan-o2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Foursquare Layanan Baru Promosikan Daerahmu</title>
		<link>http://blog.epalembang.com/suzan/2010/04/foursquare-layanan-baru-promosikan-daerahmu/</link>
		<comments>http://blog.epalembang.com/suzan/2010/04/foursquare-layanan-baru-promosikan-daerahmu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Apr 2010 13:19:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suzan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Iptek]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Foursquare]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[orang palembang]]></category>
		<category><![CDATA[palembang]]></category>
		<category><![CDATA[Promosi]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.epalembang.com/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[
Perkembangan tekhnologi kini semakin tidak bisa dibendung. Setelah fenomena Facebook yang menggemparkan dunia. Belakangan ini muncul4square atau foursquare sebagai layanan location-based pilihan.
Jika saat ini ada yang bertanya &#8220;Apa sih foursquare?&#8221; Wajar, jika masih banyak yang bertanya hal tersebut. Layanan ini memang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><a href="http://suzannita.files.wordpress.com/2010/04/foursquare-300x213.jpg"><img class="aligncenter" style="margin-left: auto;margin-right: auto;border: 0px initial initial" src="http://suzannita.files.wordpress.com/2010/04/foursquare-300x213.jpg" alt="" width="300" height="213" /></a></p>
<p style="text-align: justify">Perkembangan tekhnologi kini semakin tidak bisa dibendung. Setelah fenomena Facebook yang menggemparkan dunia. Belakangan ini muncul<a href="http://foursquare.com/user/suzannita">4square atau foursquare</a> sebagai layanan location-based pilihan.</p>
<p style="text-align: justify">Jika saat ini ada yang bertanya &#8220;Apa sih foursquare?&#8221; Wajar, jika masih banyak yang bertanya hal tersebut. Layanan ini memang baru masuk ke Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify">Secara sederhana foursquare merupakan layanan berbasis lokasi. Hal ini memberikan kemudahan bagi pengguna untuk berbagi informasi tentang lokasi yang dikunjungi, berbagi tips, sekaligus berebut mengumpulkan badge tertentu sebagai bentuk penghargaan.</p>
<p style="text-align: justify">Memang fakta tak terbantahkan jika pengguna 4square suka sekali memperebutkan badge yang ada di layanan tersebut. Fitur ini pula yang masih menempatkan 4square sebagai pilihan jika dibandingkan dengan layanan luar serupa : <a href="http://brightkite.com/">brightkite</a>dan <a href="http://gowalla.com/">gowalla</a>.</p>
<p style="text-align: justify"><a href="http://suzannita.files.wordpress.com/2010/04/tg21.gif"><img style="float: right;border: 0px initial initial" src="http://suzannita.files.wordpress.com/2010/04/tg21.gif" alt="" width="50" height="50" /></a>Diriku pun akhirnya latah untuk ikut mendaftarkan diri dan tenggelam didalam kenikmatan check-in dan memperebutkan badge dari 4square. Berdasarkan prediksi layanan ini akan menggeser facebook ataupun twitter.</p>
<p style="text-align: justify">Jika ditanya apa enaknya, tentunya layanan ini memberitahukan lokasi dimana kita berada, selain itu juga kita bisa  berbagi tips, info tempat makan enak, venue atau cafe, termasuk tempat hang-out asyik. Dan tentunya hal ini akan mempromosikan daerah kita juga.</p>
<p style="text-align: justify">Tentunya langkah awal kalian harus mendaftarkan diri untuk bisa bergabung dalam layanan ini baik melalui <a href="http://foursquare.com">komputer</a> atau secara <a href="http://m.foursquare.com">mobile</a>. Dan khusus untuk Iphone, Blackberry, Android langsung bisa mendownload aplikasinya. Beragam fasilitas ditawarkan oleh foursquare.</p>
<p style="text-align: justify">Selain itu, bagi pemilik usaha akan diuntungkan dengan adanya foursquare karena, sang pemilik usaha bisa memberikan penghargaan bagi konsumen atau customernya yang loyal dengan cara melihat siapa yang menjadi mayor pada saat itu.</p>
<p style="text-align: justify">Hal ini sudah sering dilakukan di luar negeri, kalo di Indonesia dan apalagi di Palembang, kita tunggu saja. Lumayan bisa mendapatkan voucher gratis atau hadiah dari toko yang kita kunjungi.</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: center"><a href="http://suzannita.files.wordpress.com/2010/04/badge-suzan.jpg"><img class="aligncenter" style="margin-left: auto;margin-right: auto;border: 0px initial initial" src="http://suzannita.files.wordpress.com/2010/04/badge-suzan.jpg?w=300" alt="" width="300" height="138" /></a></p>
<p style="text-align: justify">Tunggu apa lagi, ayo  “check-in” dan raih badge-nya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.epalembang.com/suzan/2010/04/foursquare-layanan-baru-promosikan-daerahmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Now or Never “Sea Games di Sumsel”</title>
		<link>http://blog.epalembang.com/suzan/2010/03/now-or-never-%e2%80%9csea-games-di-sumsel%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://blog.epalembang.com/suzan/2010/03/now-or-never-%e2%80%9csea-games-di-sumsel%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2010 12:40:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suzan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[11/11/11]]></category>
		<category><![CDATA[2011]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[orang palembang]]></category>
		<category><![CDATA[palembang]]></category>
		<category><![CDATA[PON XVI]]></category>
		<category><![CDATA[Sea Games XXVI]]></category>
		<category><![CDATA[sumsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.epalembang.com/?p=484</guid>
		<description><![CDATA[
Pelaksanaan Sea Games XXVI , 2011 mendatang menjadi momen tersendiri bagi Sumatera Selatan yang akan menjadi salah satu tuan tumah perhelatan even bergengsi di kawasan Asia Tenggara tersebut.
Rasanya baru kemarin, Sumsel sibuk mempersiapkan PON XVI , 2004. Berbagai sarana dibangun, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px"><img class="aligncenter size-full wp-image-485" src="http://blog.epalembang.com/site/wp-content/uploads/2010/03/Visit-South-Sumatera.jpg" alt="Visit South Sumatera" width="200" height="200" /></p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Pelaksanaan Sea Games XXVI , 2011 mendatang menjadi momen tersendiri bagi Sumatera Selatan yang akan menjadi salah satu tuan tumah perhelatan even bergengsi di kawasan Asia Tenggara tersebut.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Rasanya baru kemarin, Sumsel sibuk mempersiapkan PON XVI , 2004. Berbagai sarana dibangun, hotel, mall dan tentunya Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang dan beberapa venues pertandingan cabang olahraga, diantaranya GOR Senam, GOR Tennis Indoor, GOR Karate dan Lapangan Soft Ball serta Panjat Dinding yang dipusatkan di Jakabaring.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: center;padding: 0px"><a href="http://suzannita.files.wordpress.com/2010/03/stadion-jakabaring.jpg"><img class="aligncenter" style="margin-top: 0px;margin-right: auto;margin-bottom: 0px;margin-left: auto;border: initial none initial" src="http://suzannita.files.wordpress.com/2010/03/stadion-jakabaring.jpg?w=300&amp;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Even berskala nasional itu berhasil menyulap Palembang menjadi kota yang lebih ramah terhadap pendatang. Berbagai hotel berbintang seperti Novotel dan Aston yang kini berganti menjadi Aryaduta Hotel Palembang, hadir di Palembang, termasuk hadirnya mall Palembang Trade Center dan Palembang Square Mall.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: center;padding: 0px"><a href="http://suzannita.files.wordpress.com/2010/03/aston-palembang.jpg"><img class="aligncenter" style="margin-top: 0px;margin-right: auto;margin-bottom: 0px;margin-left: auto;border: initial none initial" src="http://suzannita.files.wordpress.com/2010/03/aston-palembang.jpg?w=300&amp;h=172" alt="" width="300" height="172" /></a></p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Ekonomi Sumsel dan Palembang tumbuh, hotel penuh dengan pengunjung dan selama 20 hari Sumsel dan Palembang menjadi dipenuhi pengunjung (atlet dan official serta keluarga) yang memborong pempek dan songket.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: center;padding: 0px"><a href="http://suzannita.files.wordpress.com/2010/03/novotel.jpg"><img class="aligncenter" style="margin-top: 0px;margin-right: auto;margin-bottom: 0px;margin-left: auto;border: initial none initial" src="http://suzannita.files.wordpress.com/2010/03/novotel.jpg?w=300&amp;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Miliyaran rupiah beredar di PON XVI tersebut, yang juga ikut memberikan cerita tersendiri bagi diriku dan mengerti arti sebuah kegagalan dalam meraih prestasi.  Pasalnya diriku sempat memperkuat Sumsel menjadi atlet Taekwondo Sumsel.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Dan kini Sumsel kembali akan menghelat even yang lebih besar dan berskala internasional. Gagasan ini tak hanya akan menjadi isapan jempol belaka, akan banyak keajaiban terjadi pada Sea Games XXVI tersebut.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Setelah Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang menjadi Chef de Mission Kontingen Indonesia di Laos tahun 2009 lalu. Target Sumsel kini menjadi tuan rumah seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan di Sea Games.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Pesta besar dua tahunan untuk negara Asean ini akan menjadi sejarah baru bagi Sumsel. Mata dunia akan semakin terbuka tentang adanya Sumsel dan tentunya kebesaran Sriwijaya.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Beragam pembangunan akan segera berdiri di Palembang, mulai dari Kolam Renang Standar Internasional, Lapangan Golf, Lapangan Tembak dan Tenis, dan tentu saja kawasan Danau OPI Jakabaring yang akan disulap menjadi kawasan voli pantai dan arena dayung. Belum lagi pembangunan Water Park, Trans Studio, Carrefour dan Hotel Berbintang “JW Marriot” dan Mess Atlet.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Ya… ini tugas besar dan merupakan tugas kita semua bukan satu atau dua orang saja. Beragam fasilitas yang dibangun dengan tidak menggunakan APBD juga menjadi acungan jempol tersendiri. Anggaran Sea Games 2011 yang disiapkan Pemerintah Pusat Rp. 2 Trilyun kini masih menjadi perebutan 4 Provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa barat, Jawa Tengah dan Sumsel. Jika dana ini hanya cukup untuk satu wilayah, tentunya Sea Games akan digelar di satu wilayah yakni Sumsel.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Pembukaannya sendiri akan dilakukan pada 11 November 2011 (11/11/11). Angka ini merupakan angka hoki bagi sebagian orang.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Jika kita berkaca pada pemikiran Presiden RI pertama Soekarno, yang lebih memilih membangun Stadion Gelora Bung Karno dan Hotel Indonesia dibandingkan membeli beras bagi rakyat, tentunya menjadi pemikiran yang gila.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Mengutip dari <a href="http://suporter.info/metamorfosis-gelora-bung-karno">Info Suporter</a></p>
<blockquote>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Seperti yang disebut dalam buku Dari Gelora Bung Karno ke Gelora Bung Karno, Presiden Soekarno juga menginginkan kompleks olahraga yang dibangun untuk Asian Games IV (AG-IV) 1962 ini juga hendaknya dijadikan sebagai paru-paru kota dan ruang terbuka tempat warga berkumpul.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Negara penyelenggara AG-IV ditentukan sehari sebelum pembukaan Asian Games III di Tokyo, Mei 1958. Asian Games Federation (AGF) memilih Indonesia. Maka, rencana rinci persiapan pesta olahraga bangsa-bangsa se-Asia itu pun disusun. Lokasi kompleks olahraga pun dipilih. Pembangunannya didanai dengan kredit lunak dari Uni Soviet, sebesar 12,5 juta dollar AS yang kepastiannya diperoleh pada 23 Desember 1958.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Presiden Soekarno “mengomandokan” agar persiapan pesta olahraga yang akan menjadi kebanggaan dan meningkatkan harga diri bangsa Indonesia ini dilakukan serentak. Luas kompleks olahraga yang akan dibangun sekitar 300 hektar. Ia “menelan” empat kampung: Senayan, Petunduan, Kebun Kelapa, serta Bendungan Hilir. Pada 19 Mei 1959, dimulailah pembebasan tanah dan pembongkaran bangunan. Warga yang tergusur mencapai 60.000 orang. Mereka dipindahkan ke Tebet, sebagian lagi ke kawasan Slipi dan Ciledug.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Pembangunan enam sarana olahraga dan empat tempat akomodasi untuk atlet dimulai ketika Bung Karno menancapkan tiang pancang pertama, 8 Februari 1960. Kemudian, satu demi satu sarana olahraga itu pun terwujud. Istana Olah Raga (Istora) selesai dibangun pada 21 Mei 1961, Stadion Renang, Stadion Madya, dan dan Stadion Tenis (Desember 1961), Gedung Basket (Juni 1962), serta Stadion Utama (21 Juli 1962).</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Untuk akomodasi atlet putra, dibangun Wisma Aneka I dan II, serta woman dormitory yang dinamai Wisma Hasta untuk atlet putri. Bagi tamu dari Asian Games Federation (AGF), International Olympic Committee (IOC), dan International Sport Federation (ISF) dibangun pula International Guest House yang kelak dinamai Hotel Asri. Semua sarana akomodasi ini selesai pada Mei 1962.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: center;padding: 0px"><img style="margin-top: 0px;margin-right: auto;margin-bottom: 0px;margin-left: auto" src="http://3.bp.blogspot.com/_2LRtuTZgBvw/RpMky2B6VKI/AAAAAAAAAHw/oBoxGHPXhks/s320/scan.jpg" alt="scan Metamorfosis Gelora Bung Karno" width="299" height="320" /><br />
Sebutan “Gelanggang Olahraga Bung Karno” mulai terdengar ketika Penjabat Presiden RI Ir Djuanda, pada 17 September 1962 mengumumkannya sebagai nama yang akan diberikan pada kompleks olahraga AG-IV itu. Sejak 24 September 1962, pengelolaan kompleks olahraga ini diserahkan kepada Yayasan Gelora Bung Karno (YGBK).</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Asian Games IV sendiri punya “buntut” politik. Penolakan atas keikutsertaan Israel dan Taiwan membuat AG-IV itu tidak diakui dunia internasional. Inilah yang mendorong Presiden Soekarno menggelar Game of the New Emerging Forces (Ganefo) di Jakarta, 10-22 November 1963.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Bung Karno yang juga memelopori penyelenggaraan Conference of the New Emerging Forces (Conefo) kemudian membangun “kompleks politik” tak jauh dari Gelora (kini menjadi gedung DPR).</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Sejak 3 September 1965, manajemen kompleks olahraga Bung Karno digabungkan dengan manajemen kompleks politik persiapan Conefo. Nama YGBK pun berubah menjadi Yayasan Gelora Bung Karno &amp; International Political Venues (YGBK &amp; IPV).</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Kesulitan ekonomi yang melanda Indonesia membuat pemerintah ketiadaan dana. Sejak 1 Januari 1966 subsidi bagi YGBK &amp; IPV dihentikan, dan sejak saat itu pula YGBK berubah nama menjadi Yayasan Gelanggang Olahraga Senayan (YGOS).</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">YGOS yang mengelola Gelora tanpa subsidi menggandeng mitra usaha untuk membangun sarana olahraga dan non-olahraga. Hasilnya antara lain: Lapangan Golf seluas 20 hektar (1968), Golf Driving Range (1970), Hotel Hilton (di lahan seluas 13 hektar, 1971), dan Balai Sidang Jakarta (1974).</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Pada 13 Januari 1984, YGOS bubar setelah keluarnya Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1984 yang mengalihkan tugas pengelolaan ke tangan Badan Pengelola Gelora Senayan (BPGS) yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. BPGS ditugasi mengurus kawasan dan seluruh aset Gelora Senayan secara mandiri.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Pintu bagi kehadiran perkantoran, hotel, dan pusat perbelanjaan yang mengitari Gelora pun kian terbuka. Hampir semua gedung yang berdiri di lahan Gelora Senayan memiliki ikatan kerja sama dengan BPGS dalam bentuk build, operation and transfer (BOT).</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Meski GBK kemudian “dikepung” berbagai gedung yang bukan untuk olahraga, fungsinya sebagai ruang terbuka hijau tetap dipertahankan. Melalui kerja sama dengan Pemda DKI Jakarta disusun Rencana Induk Kawasan Gelora Senayan yang menetapkan Koefisien Dasar Bangunan maksimum 20 persen.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Ini berarti 80 persen dari luas kawasan dipertahankan tetap terbuka. Ruang terbuka itu kemudian menjadi 84 persen setelah peningkatan dan penataan Parkir Timur menjadi Taman Parkir, pembangunan gerbang di Plasa Selatan (menghadap ke Jalan Jenderal Sudirman), dan penggantian pagar lingkungan pada pertengahan 2004.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Kini, lahan Gelora Bung Karno terbagi dalam tiga kelompok penggunaan: kompleks olahraga seluas 136,84 hektar, kompleks instansi pemerintah 67,52 hektar, dan kawasan komersial seluas 74,741 hektar. Menurut Hak Pengelolaan Lahan yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional, luas wilayah Gelora Senayan seluruhnya 2.790.835 meter persegi yang juga meliputi kawasan tempat berdirinya Gedung DPR.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Penyelenggaraan Asian Games IV yang mendorong Indonesia membangun kompleks olahraga ini dicampuri persoalan politik. Persoalan politik pula yang “menghapus jejak” Bung Karno dari situ dengan mengubah namanya menjadi Gelora Senayan. Juga semangat politik yang akhirnya “menulis” lagi namanya, ketika pada 17 Januari 2001 Presiden Abdurrahman Wahid mengembalikan sebutan Gelora Bung Karno bagi kompleks olahraga ini.</p>
</blockquote>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Namun apa jadinya jika Soekarno membeli beras, Indonesia tidak akan memiliki Stadion berskala Internasional yang banyak melahirkan sejarah, dan akhirnya membuka keran membantu Indonesia dalam masalah pangan. Berbagai dunia memberikan bantuan beras bagi Indonesia.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Kini mari kita dukung pelaksanaan Sea Games XXVI 2011 mendatang di Sumsel. Karena akan banyak perubahan dan keajaiban yang terjadi di Sumsel. “Now or Never” … ya…  Sekarang atau Tidak Sama Sekali ! Pembangunan itu akan memberikan perubahan dan membuka mata dunia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.epalembang.com/suzan/2010/03/now-or-never-%e2%80%9csea-games-di-sumsel%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendidik Anak melalui Earth Hour</title>
		<link>http://blog.epalembang.com/ichin/2010/03/mendidik-anak-melalui-earth-hour/</link>
		<comments>http://blog.epalembang.com/ichin/2010/03/mendidik-anak-melalui-earth-hour/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2010 03:45:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Om Ichin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Earth Hour]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.epalembang.com/?p=475</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, tangggal 27 Maret 2010, sekitar pukul 20.00, sayup-sayup saya mendengar perdebatan kedua putri saya Megan (6 tahun) dan Tania (5 tahun) di kamar mereka. Tania yang lebih suka tidur dengan lampu menyala, bersikeras agar lampu tidak dimatikan. Megan tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-481" title="earth-hour" src="http://blog.epalembang.com/site/wp-content/uploads/2010/03/earth-hour.jpg" alt="earth-hour" width="300" height="294" />S</strong>abtu, tangggal 27 Maret 2010, sekitar pukul 20.00, sayup-sayup saya mendengar perdebatan kedua putri saya Megan (6 tahun) dan Tania (5 tahun) di kamar mereka. Tania yang lebih suka tidur dengan lampu menyala, bersikeras agar lampu tidak dimatikan. Megan tidak mau kalah dengan argumennya. Dan yang membuat saya agak kaget, dengan jelas saya dengar Megan mengatakan kepada adiknya: ”dek Nia nih ngga sayang bumi”.<span id="more-475"></span></p>
<p>Saya tidak menduga kalimat tersebut terucap dari mulutnya, karena saya sama sekali belum menjelaskan rencana kami untuk mematikan lampu untuk memperingati <em>Earth Hour</em>. Saya menduga mamanya yang menjelaskan ada rencana mematikan lampu untuk menyayangi bumi. Saya semakin menyadari betapa cepat dan mudahnya anak belajar sesuatu dari orang tuanya.</p>
<p>Tepat pukul 20.30, saya mematikan semua lampu dan alat elektronik lainnya dan meminta semua anggota keluarga saya melakukan hal yang sama. Saya kumpulkan keduanya di suatu tempat yang terbuka di salah satu bagian rumah kami. Saya katakan bahwa saya akan menjelaskan sesuatu yang sangat penting. Kedua putri saya semakin penasaran. Megan yang tadinya sudah mau tidur, kembali bangun akibat penasarannya.</p>
<p>Kami bertiga duduk di sebuah beranda belakang dekat taman kecil, Tania seperti biasa, minta dipangku. Megan duduk di samping saya. Saya memulai dengan sebuah pertanyaan. “Siapa yang tahu, kenapa kita matiin lampu? Tanyaku. Saya tengok Tania, dia geleng-geleng kepala. Kutatap Megan yang tampaknya sudah siap dengan jawabannya. “Untuk menyayangi bumi” jawabnya dengan mantap. “Betul sekali”, pujiku. Saya mulai menjelaskan bahwa lampu dan peralatan listrik lainnya menggunakan tenaga listrik yang sebagian besar bahan bakarnya berasal dari minyak bumi, minyak yang diambil dari perut bumi. Jika kita mengambilnya dan menggunakannya terus, lama kelamaan bisa habis. “Jadi kita matiin lampu supaya buminya nanti kuat lagi?” tanya Tania yang sudah mulai paham. Melihat kondisi mereka yang siap diberi sugesti, saya melanjutkannya dengan cerita-cerita lainnya tentang kepedulian terhadap lingkungan.</p>
<p>Pendidikan lingkungan harus dimulai sejak dini dan dimulai dari diri kita dan keluarga kita sendiri. Lingkungan sekitar juga berpengaruh terhadap keyakinan pemahaman lingkungannya, karena itu saya juga merasa perlu mengedukasi teman-teman sepermainannya dengan hal-hal sederhana, seperti buang sampah di tempatnya. Namun bagaimana dengan lingkungan luar yang jauh dari jangkauan saya, seperti teman-teman sekolahnya.  Saya hanya bisa berharap guru-guru dari anak-anakku memahami dan mampu mendidik hal yang sama, demikian halnya para orang tua dari teman-teman anakku. Dan yang terakhir dan tak kalah penting, saya juga berharap kepada para orang tua atau calon orang tua yang hidup di kota atau negara yang sama dengan saya, yaitu anda.</p>
<p>Kembali ke beranda taman belakang, saya meminta kedua putri saya memandang ke langit yang saat itu cenderung lebih terang dari pada sebelumnya. Cahaya rembulan yang sebagian tertutup awan pun terlihat lebih benderang. Mereka mulai menyadari dengan mematikan lampu di malam hari, mereka dapat melihat langit dengan lebih jelas. Saat itu saya ingin menjelaskan kepada mereka, dibalik sesuatu pasti ada hikmahnya.</p>
<p>Selanjutnya saya ajak mereka masuk ke dalam rumah. Suasana sangat gelap, sehingga kami harus berpegangan. Saya minta mereka duduk dan memejamkan mata sejenak. Lalu saya katakan kepada mereka, bahwa pada saat mereka membuka mata, semuanya akan menjadi lebih terang dan kita bisa melihat semua yang ada di sekitar kita. Mereka mulai membuka matanya dan merasa takjub. Saya tanyakan kepada meraka, apa saja yang bisa mereka lihat. Tania dengan semangat menyebutkan semua benda yang dia lihat yang sebelumnya gelap. Saya tanamkan kepada mereka, bahwa dalam kondisi darurat, kita bisa menggunakan indera kita secara lebih maksimal, sehingga kita tidak perlu takut.</p>
<p>Satu jam tidak terasa telah berlalu, kami mulai menyalakan lampu-lampu yang masih diperlukan. Megan dan Tania kembali ke kamarnya untuk tidur. Sekarang tidak terdengar lagi debat kusir tentang hidup atau mati sebuah lampu. Dan kondisi segelap apapun, mereka masih bisa mengatasinya. Secara perlahan, saya akan terus menanamkan nilai-nilai kepedulian, kebersahajaan serta pencarian hikmah kepada anak-anak. Dan mudah-mudahan, dalam kondisi apapun kondisi keluarga kami, hal itu bukan masalah besar bagi mereka dan tetap membuat mereka bahagia. Sehingga kami bisa hidup dengan tenang dan bahagia, tanpa harus memiliki tabungan sebanyak 25 miliar rupiah hasil korupsi dan untuk kepentingan pribadi <img src='http://blog.epalembang.com/site/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.epalembang.com/ichin/2010/03/mendidik-anak-melalui-earth-hour/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Bungkam Mulutku “Selamat Hari Perempuan Sedunia”</title>
		<link>http://blog.epalembang.com/suzan/2010/03/jangan-bungkam-mulutku-%e2%80%9cselamat-hari-perempuan-sedunia%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://blog.epalembang.com/suzan/2010/03/jangan-bungkam-mulutku-%e2%80%9cselamat-hari-perempuan-sedunia%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 13:50:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suzan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Gender]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Perempuan Sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.epalembang.com/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[Masih perlukah membuat hari khusus untuk memperingati hak – hak perempuan sedunia?
Tanggal 8 Maret boleh menjadi salah satu hari penting bagi kaum perempuan. Berawal dari 8 Maret 1917 atau 93 tahun yang lalu, perempuan di Rusia diberikan hak suara oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Masih perlukah membuat hari khusus untuk memperingati hak – hak perempuan sedunia?</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Tanggal 8 Maret boleh menjadi salah satu hari penting bagi kaum perempuan. Berawal dari 8 Maret 1917 atau 93 tahun yang lalu, perempuan di Rusia diberikan hak suara oleh Pemerintah Rusia. Dan inilah menjadi tonggak peringatan Hari Perempuan Sedunia.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Inilah hari peringatan tentang perjuangan perempuan di masa silam, masa kini dan masa yang akan datang. Peringatan hari perempuan sedunia  adalah untuk memperingati apa yang dimiliki kaum perempuan dan mengingatkan segala yang telah menjadi milik perempuan, baik itu kesempatan mendapatkan pendidikan, kesehatan atau kesetaraan gender.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: center;padding: 0px"><span style="font-size: x-small"><span style="font-size: 13px"><a href="http://suzannita.files.wordpress.com/2010/03/petani_perempuan.jpg"><img class="aligncenter" style="margin-top: 0px;margin-right: auto;margin-bottom: 0px;margin-left: auto;border: initial none initial" src="http://suzannita.files.wordpress.com/2010/03/petani_perempuan.jpg?w=300&amp;h=147" alt="" width="300" height="147" /></a><br />
</span></span></p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Hingga kini jika dilihat masih banyak kaum perempuan yang tidak mendapatkan pendidikan yang memadai, kesehatan yang baik dan selalu menjadi kaum termarginalkan. Masih banyak kaum perempuan yang mengalami penindasan, pelecehan dan kekerasan fisik maupun psikis.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Meski era modernisasi telah menggaungkan kebebasan perempuan untuk berbicara dan mendapatkan hak yang sama, setara dengan kaum laki-laki, dan adanya persamaan gender. Apakah di masa yang akan datang perempuan tak harus lagi memperjuangkan kesetaraan gender dalam agenda Hari Perempuan Sedunia.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Ya, sampai saat itu tiba perempuan harus terus berjuang untuk mendapatkan pengaruh sebagai penentu keputusan yang hingga kini masih rendah.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Contohnya saja, berapa banyak perwakilan perempuan dalam posisi berpengaruh dalam dunia politik dan ekonomi dunia, perempuan masih terus berada dibelakang layar, mendominasi angka kemiskinan, kasus kekerasan terhadap perempuan bahkan ada trans gender dalam penentuan jabatan atau besar kecilnya gaji.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Seharusnya setiap warga negara memilki hak yang sama, bukan sekedar bekerja tanpa imbalan dengan beban segunung, seperti menjadi perawat orang sakit atau jompo termasuk menjadi ibu rumah tangga yang harus merawat keluarga memerlukan kekuatan fisik dan psikis.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: center;padding: 0px"><a href="http://suzannita.files.wordpress.com/2010/03/perempuan-pejuang-keluarga.jpg"><img class="aligncenter" style="margin-top: 0px;margin-right: auto;margin-bottom: 0px;margin-left: auto;border: initial none initial" src="http://suzannita.files.wordpress.com/2010/03/perempuan-pejuang-keluarga.jpg?w=300&amp;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;text-align: justify;padding: 0px">Sudah saatnya kita menghapus trans gender yang berkedok modernisasi. Kini peran pemerintah sangat dibutuhkan, bukan hanya janji belaka. Mulai saat ini kaum perempuan harus bersatu agar tidak menjadi konsumsi publik belaka, tapi mampu memberikan peran pada perubahan negeri ini.</p>
<blockquote>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;padding: 0px"><strong><span style="font-family: Arial"><span style="font-size: x-large"><span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif;font-size: small"><span style="font-weight: normal"><a href="http://www.lbh-apik.or.id/lts-sjr-pr.htm">Selintas Sejarah Hari Perempuan Sedunia</a></span></span></span></span></strong></p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;padding: 0px">Hari Perempuan Sedunia sesungguhnya merupakan kisah perempuan biasa menoreh catatan sejarah : sebuah perjuangan berabad-abad lamanya untuk dapat berpartisipasi dalam masyarakat seperti juga kaum laki-laki. Di masyarakat Yunani kuno, Lysistrata menggalang gerakan perempuan mogok berhubungan seksual dengan pasangan (laki-laki) mereka untuk menuntut dihentikannya peperangan : dalam Revolusi Perancis, perempuan Paris berunjuk rasa menuju Versailles sambil menyerukan “kemerdekaan, kesetaraan dan kebersamaan” menuntut hak perempuan untuk ikut dalam pemilu.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;padding: 0px">Ide untuk memperingati hari Perempuan Sedunia sebetulnya telah berkembang sejak seabad yang lalu ketika dunia industri ini sedang dalam masa pengembangan dan pergolakan, peningkatan laju pertumbuhan penduduk dan pemunculan paham-paham radikal. Berikut ini adalah kronologi singkat dari beberapa kejadian penting yang mengiringi perjalanan Hari Perempuan Sedunia.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;padding: 0px"><strong>1909 :</strong><br />
Dalam rangkaian pendirian Partai Sosialis Amerika, Hari Perempuan Nasional pertama kali diperingati pada tanggak 28 Februari di Amerika Serikat.Hari hari tersebut kemudian terus diperingati perempuan pada setiap hari minggu terakhir bulan Februari sampai tahun 1913.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;padding: 0px"><strong>1910:</strong><br />
Pertemuan kelompok sosialis internasional di Copenhagen, Denmark, memutuskan untuk memilikii Hari Perempuan Internasional sebagai penghormatan atas hak-hak asasi perempuan dan mendorong diperolehnya hak suara bagi semua perempuan di dunia. Keputusan ini diterima secara bulat oleh semua peserta yang diikuti oleh lebih dari 100 perempuan dari 17 negara, termasuk tiga perempuan pertama yang dipilih sebagai anggota parlemen Finlandia. Pada saat itu, mereka belum memutuskan pada tanggal berapa peringatan hari tersebut akan diadakan.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;padding: 0px"><strong>1911:</strong><br />
Sebagai tindak lanjut dari keputusan yang telah diambil setahun yang lalu, Hari Perempuan Seduani untuk pertamakalinya diperingati (pada tanggal 19 Maret) di Austria, Denmark, Jerman dan Swiss, dimana lebih dari sejuta perempuan dan laki-laki bersama-sama turun kejalan. Selain hak untuk ikut serta dalam pemilu dan posisi di dalam pemerintahan , mereka menuntut hak bekerja, kesempatan memperoleh pelatihan, dan penghapusan diskriminasi dalam pekerjaan.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;padding: 0px">Kurang dari seminggu sejak peringatan tersebut, pada tanggal 25 Maret terjadi insiden tragis di New York yang menewaskan lebih dari 140 buruh perempuan yang kebanyakan adalah imigran asal Italia dan Yahudi. Kejadian ini sangat mempengaruhi peraturan perburuhan di Amerika Serikat dan kondisi kerja yang menyebabkan insiden ini terjadi kemudian dikecam habis-habisan selama peringatan Hari Perempuan Internasional tahun berikutnya.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;padding: 0px"><strong>1913-1914</strong><br />
Sebagai bagian dari upaya perdamaian yang berkembang selama berlangsungnya Perang Dunia I, perempuan Rusia memperingati Hari Perempuan Internasional untuk pertama kalinya pada hari Minggu terakhir bulan Februari 1913. Di belahan Eropa lainnya, pada atau sekitar tanggal 8 Maret di tahun berikutnya, perempuan berunjuk rasa baik untuk memprotes perang maupun sebagai ungkapan solidaritas kepada saudara-saudara perempuan di manapun juga.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;padding: 0px"><strong>1917</strong><br />
Karena dua juta tentara Rusia terbunuh dalam perang, perempuan Rusia sekali lagi turun kejalan pada hari minggu terakhir di bulan Februari menyerukan “Roti dan Perdamaian”. Para pemimpin politik menentang unjuk rasa tersebut, tetapi para perempuan ini tetap bertahan. Dan sejarah mencatat bahwa empat hari kemudian, Czar (raja) turun tahta dan pemerintahan sementara mengakui hak perempuan untuk ikut serta dalam pemilu. Hari bersejarah itu jatuh pada tanggal 23 Februari di Kalender Julian yang digunakan di Rusia atau tanggal 8 Maret menurut kalender Gregorian (kalender Masehi yang juga kita gunakan). Dan sejak saat itulah Hari Perempuan Sedunia diperingati pada hari yang sama oleh perempuan di seluruh dunia..</p></blockquote>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 1em;margin-left: 0px;line-height: 1.5em;padding: 0px">Perempuan juga layak diberikan kesempatan. Selamat Hari Perempuan Sedunia. Tulisan ini didedikasikan untuk semua perempuan di dunia ini <img style="margin-top: 0px;margin-right: 5px;margin-bottom: 0px;margin-left: 5px;width: 15px;height: 15px" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" /> . Semangat !!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.epalembang.com/suzan/2010/03/jangan-bungkam-mulutku-%e2%80%9cselamat-hari-perempuan-sedunia%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Transmusi Sebagai Cermin Buskota</title>
		<link>http://blog.epalembang.com/vira/2010/03/transmusi-sebagai-cermin-buskota/</link>
		<comments>http://blog.epalembang.com/vira/2010/03/transmusi-sebagai-cermin-buskota/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 04:22:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vira Savira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.epalembang.com/?p=468</guid>
		<description><![CDATA[Sriwijaya Post edisi kemarin, 6 Maret 2010, membuat headline tegas BUSKOTA VS TRANSMUSI, yang sangat saya sayangkan. Alih-alih menggunakan &#8216;versus&#8217;, mengapa tidak digunakan kata &#8216;dan&#8217; agar tidak menimbulkan kesan bertanding. Penggunakan &#8216;VS&#8217; di sana bisa jadi memperuncing permasalahan yang pasti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sriwijaya Post edisi kemarin, 6 Maret 2010, membuat headline tegas BUSKOTA VS TRANSMUSI, yang sangat saya sayangkan. Alih-alih menggunakan &#8216;versus&#8217;, mengapa tidak digunakan kata &#8216;dan&#8217; agar tidak menimbulkan kesan bertanding. Penggunakan &#8216;VS&#8217; di sana bisa jadi memperuncing permasalahan yang pasti muncul terkait mulai beroperasinya Transmusi di Palembang. Mengapa buskota dan transmusi bagai didudukkan sebagai lawan? padahal keduanya hadir untuk publik.</p>
<p>Saya sejak awal menyambut antusias hadirnya Transmusi. Meski Bus Rapid Transit ini sudah menuai kritik dan pandangan pesimis, bahkan mulai di tataran ide. Tidak jarang saya mendengar orang mengatakan ini &#8220;Ah, paling-paling itu nanti halte satu bulan dua bulan sudah hancur, kaca pecah, dijadikan rumah oleh para gelandangan&#8221; dan estimasi pesimis lain. Mengapa harus berpikir yang jelek jika ada kemungkinan lain seperti : &#8220;Asyik ada halte, kalau hujan bisa berteduh, wah haltenya harus kita jaga nih biar Palembang bisa keren&#8221;, Pola berpikir seperti ini sama juga kan? gratis dan tidak perlu usaha keras.  Saya yakin bahwa pikiran yang dilontarkan akan menjadi semacam magis yang berpotensi untuk mewujudkan harapan.</p>
<p>Saya menganggap hadirnya Transmusi sebagai katalisator bagi eksistensi buskota yang sudah mapan. Jika sopir bus kota mengeluhkan pendapatannya yang berkurang akibat hadirnya Transmusi, saya bersyukur sopir bus kota mengeluh! Sekalian berpikir bahwa hal itu tampak tak masuk akal. Tak masuk akal karena disparitas jumlah buskota dan transmusi yang sangat timpang. Jumlah Transmusi sebanyak 20 bus sementara bus kota 464! Jikapun menurun, tentulah tidak sesignifikan itu.</p>
<p>Sebagai katalisator, Transmusi bertindak sebagai tempat bercermin bagi bus kota. &#8216;<em>Wah ada Transmusi, ayo bus kota berbenah agar masyarakat nggak meninggalkan bus kota</em>&#8216;. Transmusi yang bersih akan memicu bus kota untuk meningkatkan kenyamanan dengan membersihkan juga bus-nya, melepas stiker yang menghalangi pemandangan baik dari luar ke dalam dan sebaliknya, tidak membiarkan penumpang merokok dan menghentikan kebiasaan memutar lagu yang bikin jantung degdegan dan memekakkan telinga. Hal ini tentu baik untuk perkembangan sistem transportasi di Palembang, akhirnya, kita sebagai konsumen yang akan merasakan untung.</p>
<p>Dengan hadirnya transmusi juga, bisa jadi Bus Kota akan melakukan strategi marketing misalnya dengan menurunkan tarif angkut. Yang sebelumnya Rp. 2.500 menjadi Rp.2000 saja, atau bisa jadi mereka akan menyediakan satu permen bagi setiap penumpang. Jadi ketika penumpang turun memberikan ongkos, Bus Kota memberi bonus permen. Menarik kan? ada yang mau memberi tahu ide ini kepada Bus Kota?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.epalembang.com/vira/2010/03/transmusi-sebagai-cermin-buskota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dan Kini Banjir Lagi</title>
		<link>http://blog.epalembang.com/taufik/2010/03/dan-kini-banjir-lagi/</link>
		<comments>http://blog.epalembang.com/taufik/2010/03/dan-kini-banjir-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 06:23:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Taufik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.epalembang.com/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[Coba kita keliling kota Palembang, apa yang kita lihat? Saya kira sebagian besar akan menjawab: AIR. Itulah wajah Palembang sekarang ini. Memang tak bisa dipungkiri bahwa faktor geografis Kota Palembang yang berada di daerah rawa dan ditepian sungai Musi akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Coba kita keliling kota Palembang, apa yang kita lihat? Saya kira sebagian besar akan menjawab: AIR. Itulah wajah Palembang sekarang ini. Memang tak bisa dipungkiri bahwa faktor geografis Kota Palembang yang berada di daerah rawa dan ditepian sungai Musi akan menjadi penyebab utama kota ini tergenang. Tapi ada satu hal yang mungkin kita lupa, bahwa manusia juga penyebab utama sebuah kondisi terjadi. Hubungan dengan alam sekitar yang serampangan bisa menyebabkan alam berbalik murka. Mari kita renungkan apa yang telah kita lakukan terhadap Kota Palembang.</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">Sedikit harapan muncul ketika Palembang mengeluarkan Perda tentang Pengelolaan Rawa. Namun setelah beberapa tahun perda tersebut dilaksanakan, kondisi tak jua berubah. Penimbunan berjalan terus dan terjadi di mana-mana. Tak pandang bulu, padahal yang ditimbun adalah tempat penampungan air. Akibatnya Palembang menjadi lautan di kala musim hujan. Tak sedikit kerugian yang terjadi. Teman-teman cobah kita adakan diskusi membedah perda tersebut, apa yang perlu diperbaiki. Yang paling fatal menurut saya, perda tersebut cenderung “memaafkan” orang yang melakukan kesalahan. Banyak orang yang melakukan penimbunan, mengajukan izin setelah pekerjaan selesai. Toh kalaupun ternyata tidak diizinkan, nanti bisa didenda, dari pada sebelum melaksanakan minta izin malah bisa batal. Prinsip ini sekilas menghukum orang yang melanggar, tetapi dengan bentuk denda yang tidak seberapa dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh, tentu orang akan lebih memilih di denda. Coba deh kalau dibatalkan izin membangunnya, tentu orang akan menyelesaikan perizinan terlebih dahulu.</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">Memang banjir di Palembang tidak semata di sebabkan oleh tereklamasinya rawa-rawa. Tapi bagaimanapun sebagai dataran rendah Palembang akan tetap menjadi tempat penampungan air. Tentu pembangunan di Palembang membutuhkan kearifan yang sangat arif. Perlukah Palembang di design ulang? Ha ha ha….siapa yang mau coba. Berat dong, apalagi kalau ternyata membutuhkan biaya yang sangat besar. Tapi saya kira masih mungkin, misalnya dengan design system drainase, apakah sudah pas atau belum. Kemudian tentukan daerah-daerah yang benar-benar free dari aktifitas pembangunan yang akan menghilangkan rawa dan masih banyak lagi kemungkinan-kemungkinan yang bisa dilaksanakan. Apapun yang bisa kita kerjakan, mari kita kerjakan karena hanya ada dua pilihan: kita mau mulai sekarang ataukah akan berteman terus dengan banjir sepanjang hayat.</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">Sekian dan tetap sabar bagi yang terkena banjir…………………..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.epalembang.com/taufik/2010/03/dan-kini-banjir-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
