Mencari Kesejukan di Bumi Sriwijaya

Kita pasti sudah sering mendengar tentang isu Pemanasan Global (Global Warming). Atw tentang isu lapisan ozon kita yang retak dibeberapa bagian. Kita juga sudah merasakan efeknya yaitu suhu udara yang semakin tinggi dan perubahan iklim yang tidak menentu. Namun ditulisan ini aku tidak akan membahas tentang pemanasan global dan efek-efek yang menyertainya. Namun aku lebih suka membahas gimana kita akan menciptakan sebuah kesejukan di kota yang kita cintai, dalam hal ini aku mengambil contoh Kota Palembang.

Bagi yang pernah membaca Undang-Undang Penataan Ruang No 26 Tahun 2007 tentu mengerti bahwa sebuah kota memerlukan ruang terbuka hijau. Dalam undang-undang itu diamanatkan kepada pemerintah kota untuk mengadakan ruang terbuka hijau sebesar 30% dari luas kotanya, yang mana 20% diantaranya merupakan ruang terbuka hijau publik. Sebelum lebih lanjut membahas bagaimana konsep ruang terbuka hijau di Palembang, aku akan menjelaskan tentang konsep ruang terbuka hijau menurut versi undang-undang. Pengertian ruang terbuka hijau (RTH) berdasarkan undang-undang adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Ruang terbuka hijau terbagi 2 yaitu ruang terbuka hijau publik (yang dibuat oleh pemerintah dan dapat dimanfaatkan oleh publik) serta ruang terbuka hijau privat (berupa taman di halaman rumah).

Lalu bagaimana dengan keberadaan RTH di Kota Palembang? Kota Palembang sebenarnya cukup beruntung dalam pengadaan RTH dengan adanya Hutan Wisata Punti Kayu dan Bumi Perkemahan Pramuka Cadika. Kedua lokasi ini menyumbang RTH yang cukup signifikan bagi Kota Palembang. Namun apakah Pemkot Palembang harus berpuas hati dan tidak menyediakan RTH lainnya di Palembang? Aku rasa tidak. Palembang masih perlu RTH lainnya terutama RTH publik terutama yang berupa taman-taman kota. Mengapa aku bilang Palembang masih perlu taman kota??? Aku lihat Palembang masih kurang tempat untuk berkumpul atw bahasa kerennya kongkow-kongkow. Kalaupun ada tempat untuk berkumpul, paling ya di mall atw di daerah stadion lama di POM IX, kawasan BKB atw daerah Kambang Iwak (KI) yang telah berubah image menjadi positif. Selain itu???? G ada.

Pembangunan taman kota selain digunakan sebagai tempat untuk berkumpul dan juga wujud implementasi dari Undang-undang Penataan Ruang, juga bisa menambah kesejukan di Kota Palembang. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa suhu dunia ini semakin meningkat. Dengan membangun taman-taman kota setidaknya kita dapat membuat cuaca di kota kita menjadi sedikit lebih sejuk serta dapat mempercantik kota kita. Beberapa alternatif kawasan yang bisa dijadikan taman kota di Palembang, antara lain:
1. Kawasan Masjid Agung Palembang, Masjid Agung sendiri memang sudah memiliki taman. Taman Masjid Agung dapat dipakai untuk tempat diskusi keagamaan atw sekedar tempat untuk ngumpul.
2. Kawasan BKB termasuk kawasan Monumen Perjuangan Rakyat dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, kawasan BKB sekarang sudah menjadi salah satu icon baru Kota Palembang. Namun sayangnya kawasan itu Aku rasa sangat gersang dan tidak humanis. Seandainya di kawasan itu digabungkan dengan konsep taman kota maka kawasan BKB akan lebih humanis lagi dan akan lebih banyak lagi wisatawan yang berkunjung.
3. Kawasan terminal di bawah Jembatan Ampera. Terminal di kawasan ini memang direncanakan oleh Pemkot untuk dipindahkan. Nah oleh karena itu, dibekas kawasan terminal ini dapat dibangun taman kota sebagai alternatif tempat berkumpulnya masyarakat dan juga alternatif menikmati Sungai Musi
4. Kawasan POM IX, kawasan stadion lama Kota Palembang ini telah lama dijadikan tempat berkumpul masyarakat dan tempat berolahraga. Jika kawasan ini lebih ditata dan dibentuk lebih menarik maka akan menjadi nilai tambah bagi kawasan ini.
5. Kawasan Kambang Iwak (KI). Image kawasan ini dulunya negatif. Namun pemerintah berupaya untuk merubah image kawasan ini menjadi positif dengan membangun taman kota disana. Kawasan ini akan menjadi salah satu point berkumpulnya masyarakat masyarakat.
6. Kawasan Museum Sriwijaya. Museum ini masih dapat tahap pembangunan, rencananya museum ini akan menggantikan museum Balaputradewa. Jika kawasan museum ini menggunakan konsep museum taman, maka akan banyak orang yang tertarik mengunjungi museum ini.

Selain membangun taman-taman kota sebagai RTH, RTH juga dapat berbentuk jalur hijau. Khusus untuk RTH yang berupa jalur hijau dapat dibuat di sepanjang pedestrian yang terdapat di kota Palembang atw di devider yang membagi jalan. Pemilihan tanaman untuk RTH jenis ini lebih diutamakan kepada tanaman yang meneduhkan. Selain itu RTH yang berupa jalur hijau dapat juga berupa tanaman merambat yang dibuat pada kanopi-kanopi yang dibangun di sepanjang pedestrian. Untuk RTH yang dibuat di devider jalan dapat berupa taman-taman kecil yang memanjang dengan dikombinasikan dengan ciri khas Kota Palembang. salah satu devider taman yang Aku rasa menarik di Kota Palembang adalah devider di depan Hotel Sandjaya simpang empat RS Charitas. Devider itu berupa taman yang berbentuk naga.

Tulisan ini hanya sekedar opini pribadi yang mencoba untuk mencari tempat yang indah dan sejuk untuk sekedar berkumpul dan mencari inspirasi ditengah panasnya kota Palembang. Apakah impianku itu akan terwujud dalam waktu dekat ini? Semoga saja.

Tags: , , , ,

7 komentar

  1. subair

    Iya, bukan hanya di Palembang, tempat sejuk di kota-kota besar saat ini hanya identik dengan mall :( .

  2. mendambakan kawasan bersantai dengan beragam fasilitas tanpa takut kehujanan dan kepanasan … namun tetap bisa menikmati cahaya matahari dan udara segar dengan pepohonan yang rimbun.

  3. Ganang

    saya setuju dengan komentar-komentar di atas. memang tempat-tempat sejuk yg dijadikan tempat-tempat berkumpul telah digantikan mall dan cafe. sudah jarang tempat-tampat terbuka yang nyaman untuk berkumpul. lalu apakah kita akan jadi makhluk mall???

  4. waah saya dukung opini mr, Ganang, Kota Palembang harus identik dengan hijau agar udara yg kotor penuh dgn polusi asap kendaraan yg berseliweran dapat diatasi, coba tempat kolam ikan di daerah sport-hall dijadikan taman kota persis sama fungsinya dengan yg baru dibuat didekat fly over simpang polda, kan tambah cantik kota Palembang nantinya.

  5. Ganang

    @Ervan: thx atas suportny, tapi ini jadi tugas kita semua untuk ‘mendesak’ pemerintah untuk membuat semakin banyak ruang-ruang publik yang asri dan nyaman…. aku juga liat foto taman di simpang polda yang bagus bgt (sayang aq belum liat langsung)..
    di Jakarta lagi ada aksi masyarakat untuk mewujudkan ruang terbuka hijau (RTH) yang lebih banyak dalam rencana RTRW Jakarta 2010-2030,, nah apakah komunitas-komunitas di Palembang juga bisa melakukan hal tersebut sehingga Kota Palembang akan menjadi lebih baik lagi…

Beri komentar