Bersama Wujudkan “Palembang Menjadi Kota Internasional, Sejahtera dan Berbudaya 2013”

Judul di atas merupakan visi pembangunan dari Pemerintah Kota Palembang. Pemilihan visi pembangunan Kota Palembang yang ditetapkan oleh pasangan Walikota-Wakil Walikota terpilih pada tahun 2008. Memang visi ini telah lama dicetuskan yaitu sejak tahun 2008. Namun tidak ada salahnya untuk menkilas balik dan melihat kemajuan tentang visi pembangunan dari Kota Palembang setelah 2 tahun visi itu dikeluarkan.

Mengambil sumber dari situs Pemerintah Kota Palembang, Visi tersebut memiliki makna bahwa selama lima tahun kedepan, pembangunan di Kota Palembang memiliki cita-cita untuk mencapai terwujudnya Kota Palembang sebagai salah satu kota internasional yang senantiasa dinamis dalam merespon semua peluang dan tuntutan global, disertai dengan kepedulian tinggi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berbudaya. Terdapat tiga kunci pokok dalam visi Kota Palembang yakni:

  1. Kota Internasional mengandung arti bahwa pembangunan di Kota Palembang bertujuan untuk senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sehingga Kota Palembang memiliki kualitas pelayanan yang berdaya saing internasional, baik dari segi sarana prasarana, maupun sistem birokrasi beserta aparaturnya;
  2. Sejahtera bermaksud bahwa pembangunan di Kota Palembang bertujuan untuk mewujudkan kota yang aman, sentosa dan makmur dengan terpenuhinya kebutuhan hidup dasar disemua lapisan masyarakat;
  3. Berbudaya mengandung arti bahwa pembangunan di Kota Palembang akan tetap memperhatikan keberadaan dan keragaman budaya lokal, dalam bingkai dan tatanan masyarakat yang senantiasa dijiwai oleh nilai-nilai religius guna mewujudkan kesejahteraan seluruh masyarakat.

Pemilihan visi pembangunan Kota Palembang ini sepertinya masuk akal jika melihat akan latar belakang historis dari Kota Palembang itu sendiri. Kota Palembang merupakan kota tertua di Indonesia jika kita melihatnya dari Prasasti Kedukan Bukit (prasasti Kerajaan Sriwijaya) yang berangka tahun 682M. Kita juga tentu mengenal tentang Kerajaan Sriwijaya yang menjadi kerajaan dan pusat penyebaran agama Budha terbesar pada masanya. Di Palembang juga pernah berdiri Kesultanan Palembang Darussalam yang menjadi salah satu kesultanan Islam termasyur di wilayah sumatera bagian selatan. Kota Palembang juga memiliki banyak peninggalan sejarah sisa-sisa kejayaan kerajaan yang pernah ada di Palembang. Beberapa diantaranya yang menjadi ikon Palembang adalah Benteng Kuto Besak (yang merupakan benteng pertahanan Kesultanan Palembang Darussalam), Masjid Agung Palembang, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II di kawasan BKB, Kawah Tengkurep (yang merupakan pemakaman raja-raja), serta prasasti-prasasti yang tersimpan di Museum Balaputeradewa.

Jembatan Ampera. Sumber: Dokumentasi Pribadi


Plaza BKB, Sumber: Dokumentasi Pribadi


Museum Sultan Mahmud Baddaruddin II. Sumber: Dokumentasi Pribadi


Masjid Agung Palembang. Sumber: http://itikkecil.wordpress.com/2009/03/18/itikkecil-and-the-blue-sky/

Sekarang mari kita lihat apa saja pencapaian yang telah dilakukan pemerintah Kota Palembang untuk menjadikan Palembang sebagai Kota Internasional sesuai dengan visi yang diikrarkan tersebut. Beberapa kesan positif yang ditangkap antara lain:

  1. Pelaksanaan Visit Musi 2008. Kegiatan ini merupakan icon terbaru untuk memperkenalkan potensi Palembang ke tingkat internasional. Kegiatan merupakan ‘kegiatan turunan’ dari Program Visit Indonesia Year yang juga dilaksanakan pemerintah Republik Indonesia. Program ini memang meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Palembang. Namun disayangkan program ini hanya berlangsung 1 tahun. (Baca juga artikel: Kemana Hilangnya “Visit Musi”?)
  2. Pembangunan Sistem Transporatsi Publik Trans Musi. Trans Musi dibangun untuk menjawab permasalahan transportasi public di Kota Palembang yang semakin tidak teratur, serta untuk mengatasi permasalahan kemacetan di beberapa titik di pusat Kota Palembang. Pembangunan sistem transportasi public seperti ini merupakan cerminan kemajuan sebuah kota menuju kearah kota yang berstandar internasional yang sesuai dengan visi pembangunan Kota Palembang.
  3. Penataan Kawasan. Beberapa titik di Kota Palembang yang sebelumnya kurang tertata dengan baik, sekarang telah lebih enak untuk dikunjungi. Beberapa titik yang menjadi perhatian Pemkot Palembang antara lain Kawasan Benteng Kuto Besak (sekarang menjadi salah satu icon baru Palembang selain Ampera), kawasan bawah jembatan Ampera (selama ini dijadikan sebagai tempat nge-tem angkutan umum, namun sekarang sudah menjadi salah satu taman kota), pembuatan taman di simpang polda, serta Kawasan Kambang Iwak. Kawasan yang disebut terakhir mendapatkan penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup pada tahun 2010 sebagai Taman Kota Terbaik di Indonesia

    Taman Kambang Iwak Palembang. Sumber: Google

  4. Pelaksanaan Even Bertaraf Regional. Salah satu even bertaraf regional adalah Sriwijaya Expo. Even ini menampilkan semua potensi yang ada di Kota Palembang khususnya dan Sumsel umumnya. Seharusnya Palembang mempunyai satu even bertaraf regional lainnya melalui program “Visit Musi”, namun program ini hanya bertahan satu tahun. Selain itu Palembang dan Sumsel juga pernah menjadi tuan rumah pergelaran Kualifikasi Piala Asia dan sekarang tengah mengincar untuk menjadi salah satu tuan Rumah SEA GAMES XXVI Tahun 2011.

Namun masih terdapat beberapa catatan kecil yang harus segera diperbaiki bila tetap ingin melanjutkan visi pembangunan Kota Palembang tersebut. Beberapa catatan kecil yang sempat dirangkum antara lain:

  1. Masalah Kemacetan. Kemacetan merupakan permasalahan yang umum di kota-kota besar di Indonesia termasuk di Kota Palembang. Beberapa titik kemacetan di kota Palembang antara lain di sekitar pasar-pasar tradisional seperti Pasar KM. 5, dan Pasar Cinde; di simpang RSK Charitas yang selalu terjadi setiap hari. Umumnya kemacetan ini terjadi terjadi dikarenakan semerawutnya bis kota yang mencari penumpang. Solusi pembuatan Trans Musi belum dapat secara optimal mengurangi kemacetan yang disebabkan bis perkotaan tersebut.
  2. Masalah genangan dan banjir ketika hujan. Beberapa titik di Kota Palembang masih sering tergenang dan bahkan banjir saat musim hujan tiba. Permasalahan ini diakibatkan karena pendangkalan anak-anak sungai musi yang berada di Kota Palembang serta diakibatkan rendahnya kualitas drainase perkotaan untuk mengalirkan air.
  3. Masalah kerusakan jalan. Beberapa jalan di Kota Palembang terutama di pinggiran kota masih banyak yang memiliki kualitas rendah dengan lubang dibanyak tempat. 2 bulan yang lalu saat akan kembali ke Jakarta sempat melewati jalan menuju bandara yang berada dipinggiran Palembang (nama jalannya lupa, maklum baru pertama lewat jalan itu). Kondisi jalanannya memprihatinkan dengan perkerasan yang seadanya dan banyaknya lubang.
  4. Perbaikan dan pembangunan beberapa taman kota lainnya. Taman kota yang asri merupakan keinginan banyak warga masyarakat serta untuk melaksanakan amanat UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataaan Ruang yang menyebutkan Pemerintah harus menyediakan 30% Ruang Terbuka. Keberhasilan Kota Palembang (dengan Taman Kambang Iwak) memperoleh penghargaan sebagai Taman Terbaik harusnya memacu pemerintah untuk memperbanyak lagi taman-taman kota yang asri dan nyaman untuk menjadi tempat refreshing bagi warga Palembang. (baca juga artikel Mencari Kesejukan di Bumi Sriwijaya).
  5. Perbaikan Fasum yang ada di Kota Palembang. Pembenahan Fasum seperti pasar tradisional, sarana pendidikan, sarana kesehatan, dan lainnya wajib dilakukan oleh Pemkot Palembang untuk memberikan layanan yang optimal bagi warganya sebagai wujud nyata visi pembangunan Kota Palembang.
  6. Perbaikan ‘wajah’ kota. Masih seringnya kita lihat ada spanduk, baliho serta papan iklan yang dipasang secara sembarangan mengakibatkan ‘wajah’ Kota Palembang terlihat tidak teratur. Hal-hal seperti inilah yang harus segera ditertibkan oleh Pemkot Palembang sehingga Kota Palembang akan terlihat lebih rapi dan enak untuk dilihat.

Tulisan ini hanya sekedar opini pribadi sebagai warga Kota Palembang yang ingin melihat kemajuan dari Kota Palembang. Masih ada 3 tahun lagi sebelum Tahun 2013 untuk terus memperbaiki dan menata Kota Palembang sehingga visi pembangunan yang telah ditetapkan dapat benar-benar terwujud. Dan ketika visi itu nantinya berhasil tercapai, menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Palembang yang mempunyai kota yang dapat dibanggakan tidak hanya di level nasional namun juga di lever internasional. Semoga visi Kota Palembang itu dapat tercapai. Semoga Kota Palembang semakin maju dan lebih baik dari hari ke hari.

Tags: , , , ,

Satu komentar

Beri komentar