Sudah cukup banyak komunitas bersepeda yang ada di Palembang, antara lain: Bike to Work (B2W) Palembang, Strada Cycling Community, Funbike PUSRI Citra Melati, Komunitas Onthel PUSRI, Sepeda Onthel Pertamina (SOP), Kompas Gramedia Cyclist, Palembang Lowrider, JTL Lanud, Palembang Street Imaginator (BMX) hingga Bike to School SMA 18. Dengan tujuan dan alasan yang kadang berbeda-beda, semua anggota komunitas tersebut baik disadari atau tidak, memberikan kontribusi nyata di dalam pensosialisasian penggunaan sepeda untuk kepentingan yang lebih luas. Diharapkan komunitas-komunitas sepeda akan semakin menjamur dan berkembang di Palembang, sehingga meningkatkan posisi tawar pengendara sepeda sebagai pengguna jalan umum.
Komunitas B2W Palembang sudah sejak awal tahun 2008 mulai secara informal diinisiasi oleh beberapa gelintir orang. Dan pada akhirnya secara resmi dideklarasikan pada tanggal 7 Juni 2009 bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup se Dunia. Komunitas yang bersifat terbuka ini semakin diminati masyarakat kota Palembang. Komunitas ini mendorong penggunaan sepeda untuk berbagai keperluan sehari-hari dan salah satunya sebagai moda transportasi alternatif.
Beberapa capaian telah diraih, antara lain, dimulainya kembali kegiatan funbike atau sepeda santai yang telah lama tenggelam. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menarik minat masyarakat untuk bersepeda. Selain itu B2W Palembang bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Palembang membuat model lajur sepeda permanen di Kambang Iwak. Ke depan diharapkan adanya lajur-lajur sepeda di kawasan yang sering digunakan para pesepeda. Undang-Undang no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 25 mengamanatkan bahwa fasilitas untuk sepeda merupakan bagian dari kelengkapan jalan yang wajib dilengkapi di setiap jalan untuk lalu lintas umum. Hal ini tentu saja sejalan dengan visi dan misi komunitas B2W. Karena itu bersama dengan pemerintah kota Palembang berupaya mendorong dibangunnya fasilitas sepeda, seperti lajur sepeda dan tempat parkir sepeda.
Bersepeda untuk diri sendiri
Sepeda yang merupakan alat transportasi yang telah digunakan sejak abad ke 19, hingga saat ini masih digunakan dengan berbagai alasan. Kendaraan yang memanfaatkan tenaga manusia ini jelas sangat ekonomis, sehingga tidak heran jika kendaraan ini identik dengan kaum proletar. mampu meningkatkan kecepatan sekitar 4 kali lebih cepat dibandingkan berjalan kaki. Selain itu, penggunaan sepeda secara rutin terbukti meningkatkan kebugaran tubuh.
Bersepeda bahkan sangat dianjurkan sebagai sarana berolah raga bagi manula , mengingat kegiatan ini merupakan olah raga berdampak rendah (low impact exercise), khususnya dibandingkan dengan jogging. Bersepeda keliling kota dan berkumpul di Kambang iwak dengan komunitas sepeda lainnya tiap akhir Minggu juga memberikan pengalaman yang menarik. Namun bagi pencari tantangan, bersepeda pun dapat menyalurkan adrenalin dengan melakukan off-road. Beberapa jalur sepeda off-road dapat dinikmati di sekitar kota Palembang, antara lain: Jalur Track Lanud (JTL) dan Jalur Karet Maskarebet (JKM). Walaupun medan yang relatif datar, kedua jalur tersebut memberikan kepuasan dan tantangan bersepeda di akhir minggu pagi. Bagi yang menyukai ketahanan fisik atau endurance, jalur Tanjung Api–api merupakan pilihan yang menarik, mengingat jalur yang datar, bebas hambatan dan sepi dari kendaraan bermotor.
Saat ini, pengguna sepeda rutin di Palembang sudah tidak identik lagi dengan kaum ekonomi lemah. Sudah banyak para pekerja kantoran yang menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi alternatif menuju kantornya. Selain itu, para penghobi sepeda pun mulai sering tampil di jalanan dan Kambang Iwak setiap akhir minggu. Sebagian besar dari mereka menyadari manfaat bersepeda, baik dari segi kesehatan, penyaluran hobi, serta menambah wawasan dan persahabatan dalam komunitas sepeda. Sebagian besar anggota B2W bahkan merasakan manfaat bersepeda terhadap penghematan akibat pengurangan penggunaan BBM. Dengan bersepeda ke kantor lebih sering, misalnya 3 kali seminggu, dapat menghemat biaya transportasi atau pembelian BBM hingga 30 persen.
Bersepeda untuk Lingkungan
Sejak revolusi industri, kumulasi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfir telah meningkatkan suhu bumi hingga 0.4 derajat Celsius. Hal tersebut menyebabkan terjadinya perubahan iklim serta mempercepat pencairan gumpalan es di kutub Utara sehingga berdampak pada kenaikan permukaan laut. Berdasarkan data dari United Nation on Climate Change Convention (UNFCCC) sektor transportasi menyumbang sekitar 14 persen dari total emisi global, selain akibat kebutuhan pembangkit listrik (24%), perubahan lahan (18%) dan pertanian (14%).
Perkembangan teknologi dan pembangunan industri menyebabkan pergeseran sarana transportasi menjadi yang saat ini kita kenal. Semuanya bertujuan untuk kenyamanan semata. Penggunaan lebih banyak bahan bakar fosil menyebabkan polusi udara yang berdampak lokal serta emisi global GRK.
Sebagian besar kota besar di Eropa dan Jepang, memfasilitasi warganya menggunakan sepeda atau transportasi umum, untuk keperluan sehari-hari. Hasilnya, masyarakat tetap dapat menikmati perjalanan dengan nyaman dan tingkat polusi jauh berkurang. Kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan juga menjadi faktor kunci di dalam hal tersebut. Lalu bagaimana dengan di Indonesia, dimana sebagian besar warganya belum sadar sepenuhnya untuk menjaga lingkungan ditambah lagi dengan pemerintah yang belum mampu menfasilitasi warganya untuk dapat mengurangi emisi dengan lebih nyaman? Apakah kita harus menunggu hingga pemerintah menyediakan fasilitas agar kita lebih nyaman bersepeda di jalan? Apakah kita masih harus menunggu hingga semua masyarakat sadar agar pengurangan emisi lebih efektif? Jangan mengharapkan orang lain berubah, jika kita tidak. Mulai dari diri kita sendiri, dan lakukan sesuatu yang paling mudah. Kayuhlah pedalmu hari ini, dan yakinkan dirimu bahwa itu merupakan kontribusi nyata terhadap kualitas lingkungan, maka kau akan merasakan kepuasan dan kebanggaan dan akan mengulanginya lagi hari demi hari. Journey of thousand miles begins with one step.
Tags: bike to work, komunitas, sepeda
11 komentar
dalam keseharian saya banyak sekali teman-teman yang tertarik untuk bersepeda, tapi pada saat ini masih terkendala di kurangnya informasi harga sepeda..
semoga om ichin mau memberikan tips, harga dan tempat beli sepeda di palembang..thanks
bener om, aku memang ada rencana untuk buat artikel ttg jenis sepeda dan peruntukkannya, serta kisaran harga dan tempat belinya. Mudah2an dalam waktu dekat aku bisa kompilasi semuanya. Ditunggu aja ya Om Jafis..hehehe
Produksi sepeda custom (lowri, chopper, basman, dll) dan semua pernak perniknya.
kunjungi kami di http://velg27.blogspot.com/
phone ; 0817 265 719
om, dimana tempat bengkel sepeda di plg ini ya om?
Buat Oom Ichin : Yang menjadi persoalan sekarang adalah orang kita ini menggunakan sepeda itu sebagai kendaraan untuk show saja dan semangat mereka itu ibarat orang yg sedang berdemo, hari ini kumpul beramai2 setelah itu hilang entah kemana, kalo diluar negeri seperti Negara RRC, Jepang, Vietnam mereka menggunakan sepeda itu karena kesadaran mereka itu sendiri dan tidak ada aturan yang memaksa mereka untuk melakukan aktifitas kesehariannya dengan mempergunakan sepeda sebagai sarana angkutan transportasinya, disamping sepeda merupakan sarana yg hemat energi, murah meriah juga sepeda tidak menyebabkan polusi udara, disamping itu badan akan menjadi sehat dan bugar. Kalau di negara kita sepeda itu digunakan kalau ada kegiatan2 yg resmi saja seperti ada perlombaan, acara peringatan hari tertentu, hari libur setelah itu sepedanya masuk ke gudang, memang benar banyak komunitas klub sepeda di Palembang tapi coba lihat dari hari senin sampai jum’at adakah seorang pegawai/karyawan yg menggunakan sepeda untuk pergi ke kantor pasti jawabannya tidak ada sama sekali dan sulit kita untuk menemukannya ada pegawai/karyawan bersepeda melintas di jalan raya, dulu tukang jual pempek pakai sepeda tapi sekarang di era globalisasi ini tukang pempek keliling kampung sudah pakai motor untuk menjajakan jualannya karena jaman sudah berubah dan kalau kita mau menggalakkan sepeda sebagai sarana transportasi yang bebas polusi maka harus dimulai pemberian contohnya dari level tertinggi baik di tingkat pusat maupun tingkat yg paling bawah jadi kalau di tingkat provinsi maka Gubernurnya harus memberi contoh kalau mau pergi/pulang kerja dia harus pakai sepeda begitupun Walikota/Bupati beserta aparaturnya, dan timbul pertanyaan apakah ada yang mau memberi contoh seperti itu ?? jawabannya pasti tidak ada yang bisa dan mampu melaksanakan aturan itu dan kalaupun dipaksakan paling bertahan satu minggu, iya kan ?? Nah sekarang perbedaannya kalau di RRC orang pakai sepeda karena memang sudah terbiasa disamping hemat biaya juga badan menjadi sehat dan bugar, tapi kalo di kita badan sudah terasa sakit dan pegal2 baru mengeluarkan sepedanya untuk berolah raga agar badannya menjadi sehat eeeeh malah bertambah sakit yg didapat karena dipaksakan.
Betul sekali Om Ervan, banyak masyarakat kita yang kurang menghargai tradisi. Ada anggapan tradisi = kuno = ngga modern. Tapi ini hanya masalah persepsi dan saya yakin itu bisa diperbaiki. Termasuk persepsi bahwa bersepeda itu udah ngga jaman, mudah2an bisa kita rubah pelan-pelan dan bersama om Ervan juga tentunya. Semakin banyak yg naik sepeda, lama2 banyak juga yang ingin. Kita ngga usah nunggu orang lain atau pak Gubernur atau pak Walikota untuk bersepeda ke kantor. Kita mulai aja dari diri kita dulu. Aku tunggu dengan sepedanya ya Om
pengen gabung jd member club nya nich om, gmana cara nya trus jenis sepeda nya speda apa yah.. msh bingung ntar slah beli sepeda
Om Ricky, B2W Palembang merupakan komunitas terbuka. Saratnya hanya naik sepeda. Untuk jenisnya apa, sebaiknya disesuaikan dgn kebutuhan dan hobi kita. Kebanyakan teman2 pake jenis mountain bike, tpi ada juga yg pake sepeda lipet atau bahkan city bike. Kalo mau beli, saya bisa bantu milih ke toko sepeda. Biasanya malah dapet korting, soalnya dah kenal ama yg jual…hehe. kabarin aja lewat email, kao mau beli. ntar kita janjian ke toko sepeda.
@Om/tante iv: banyak bengkel di kota palembang, di pasar 16 atau PTC, hanya saja untuk sepeda Mountain Bike (MTB) yang model terbaru, harus hati-hati, karena tidak semua bengkel punya kunci tertentu, bisa2 sepeda kita digetok-getok pake palu. Saya ada temen kenalan yang punya peralatan lengkap khusus sepeda MTB di palembang.
emang palin asik ,klo kemana mana selalu menggunakan sepeda
Aslm. Mas ichin…sy mael dari Radar Palembang. Rencana event Radar Palembang untuk ngadai Family funbike 2010 udh mulai mas…!
Acara ini dilaksanakan pada :
Hari/Tgl : Minggu, 30 Mei 2010
Lokasi : Hutan wisata Punti Kayu
Pukul : 06.00 s/d Selesai
Mulai pendaftaran : 1 April s/d 25 Mei 2010.
Biaya : Rp. 30 ribu (Kaos,snack,kupon doorprize)
Tempat pendaftaran : Gedung Graha Pena (Sumek Group) Jln. Kol. H. Burlian No. 773 Km 6,5 Palembang (Samping Hutan wisata punti kayu)
Telp. 0711-7035333, Ali Syahbana : 08127862290, Ismail : 081367269266, Isbani : 081373203773.
Bagi teman-teman komunitas yang blom daftar buruan dan ikuti event tersebut serta bantuannya untuk menyebarkan informasi tentang acara event ini. Rute funbike :
Start (Punti kayu) – Talang Buruk (jln. Sulaiman Amir) – Jln. Soekarno Hatta – Jl. Irigasi (Kebon Cino) – Jln. Mandi Api – Jln. Srijaya – Finish Kembali di (punti Kayu).
Btw, mengenai bantuan milih sepeda MTB bleh jg nih mas,,,rencana mael dan bbrp temen kantor mau beli mas, tp binggung pilih tipe n harga ya!