Bersepeda ke Kantor Yuk!

Bagi sebagian besar masyarakat,  judul di atas cenderung aneh dan ngga masuk akal. Namun pepatah bijak mengatakan:  tidak ada yang tidak mungkin! Yang dibutuhkan utamanya hanyalah kepercayaan diri, kesiapan dan sepeda tentunya. Keyakinan diri dan keteguhan hati merupakan faktor penting untuk memulai pertama kali mengayuh sepeda ke kantor atau bike to work. Untuk menambah kayakinan diperlukan alasan-alasan kuat sebagai dasar untuk meneguhkan hati.  Hobi bersepeda saja biasanya tidak cukup kuat untuk memulai perjalanan mengayuh dari rumah ke kantor. Lalu alasan apa saja yang bisa meningkatkan keteguhan hati kita untuk bersepeda ke kantor? Paling tidak ada 3 alasan yang saya gunakan, yaitu: hidup sehat, peduli lingkungan dan penghematan.

Ingin hidup sehat, namun tidak cukup waktu untuk berolahraga secara teratur. Ini merupakan alasan penting untuk memulai bersepeda ke kantor. Banyak pekerja di perkotaan yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga sulit mencari waktu untuk berolahraga secara teratur. Dengan bersepeda dari rumah ke kantor pergi pulang secara rutin, berarti menggerakkan tubuh dan membakar kalori. Olahraga bersepeda merupakan olahraga “low impact” atau yang memiliki dampak kecil. Sehingga bagi orang-orang yang kurang atletis ataupun usia tidak muda lagi, olahraga ini sangat sesuai. Bahkan menurut Dr. Sindu Saksono (dokter senior ahli bedah), kegiatan bersepeda secara rutin memberikan dampak yang sangat baik terhadap daya tahan tubuh dan meningkatkan kelancaran aliran darah.

Salah satu penelitian terbesar mengenai keuntungan ber bike to work dilakukan oleh the Copenhagen Center for Prospective Population Studies.  Penelitian tersebut dilakukan selama bertahun-tahun terhadap lebih dari 30 ribu orang. Mereka yang secara teratur bersepeda ke kantor hidup lebih lama, bahkan tanpa kegiatan olahraga tambahan sekalipun.  Mereka yang tidak ber bike to work rutin, memiliki  tingkat kematian 39 persen lebih tinggi .

 

Peduli lingkungan, bebas polusi dan mengurangi emisi CO2. Isu perubahan iklim dan pemanasan global  mulai banyak dipahami masyarakat awam. Namun belum banyak yang menyadari bahwa tiap individu manusia berkontribusi terhadap pemanasan global. Perilaku hidup “rendah karbon” mulai banyak disosialisasikan oleh organisasi lingkungan di dunia. Masyarakat yang tinggal di perkotaan mengeluarkan emisi lebih banyak dari pada masyarakat di pedesaan pada umumnya. Bersepeda merupakan salah satu cara hidup yang tidak mengeluarkan emisi karbon dan bahkan bebas polusi. Dengan bersepeda lebih sering, semakin sedikit gas CO2 yang kita hasilkan dan berkontribusi positif di dalam mitigasi pemanasan global.

Penghematan.  Terdapat dua jenis penghematan jika kita bersepeda secara teratur. Pertama adalah hemat bahan bakar minyak (BBM) karena pengurangan penggunaan kendaraan bermotor. Dengan bersepeda ke kantor 3 kali seminggu saya dapat menghemat BBM hingga 30% dari penggunaan biasa. Jika kita biasanya menggunakan ojek dan bus kota, penghematan biaya transportasi akan terasa cukup signifikan. Kedua, penghematan di dalam menjaga kebugaran tubuh karena kita tidak perlu pergi ke tempat pusat kebugaran (sport center) yang biasanya harus membayar beberapa puluh ribu bahkan hingga jutaan rupiah.

Kekhawatiran Berlebihan dan Anggapan Salah

Keselamatan di jalan menjadi kekhawatiran utama bagi pesepeda pemula.  Terlebih jika melihat perilaku kendaraan umum seperti bus kota dan angkot yang suka ugal-ugalan dan berhenti semaunya, membuat kesan berbahaya bagi pengendara sepeda di jalan raya. Tentu saja sebagai pengguna jalan, sepeda juga memiliki resiko yang sama dengan pengguna jalan yang lain. Sehingga tidak berarti bersepeda di jalan lebih  berbahaya dibanding naik sepeda motor atau mobil. Persyaratan utama di dalam ber bike to work adalah menjaga keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya dengan mentaati peraturan lalu lintas.  Juga sangat disarankan untuk menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm, kacamata, sarung tangan dan kelengkapan sepeda lainnya seperti rem, bel dan lampu untuk bersepeda malam hari.

Namun demikian, semua itu tidak menjamin keselamatan kita, karena itu tetap berkonsentrasi jika bersepeda. Hal terpenting adalah pastikan kita tidak menabrak sesuatu atau sesuatu menabrak kita. Stay focus!! Jika kita sudah terbiasa bersepeda di jalan dan mengatasi ketakutan di jalan raya padat kendaraan, maka kita dapat memanfaatkan sedikit aliran adrenalin untuk menikmati perjalanan.

Sepeda merupakan alat transportasi yang tidak bersuara dan relatif kecil, karena itu seringkali tidak terlihat oleh pengendara mobil atau motor. Sebagian besar masyarakat jika melihat sepeda, pikirannya akan berkonotasi dengan sesuatu yang lambat atau pelan. Karena itu penting untuk memberitahukan keberadaan kita dengan bel dan lampu. Jika tidak, mengalahlah untuk keselamatan kita bersama, sekaligus melatih kesabaran kita.

Saat ini pemerintah kota sedang menggodok rencana pembuatan lajur sepeda di beberapa ruas jalan. Kita berharap rencana tersebut dapat terealisasi secepatnya, sehingga pengguna sepeda dapat lebih dihargai di jalan.

Menempuh jarak lebih dari 1 kilometer dengan bersepeda, badan kita pasti berkeringat dan secara langsung berasosiasi dengan bau badan. Hal tersebut menimbulkan ketidaknyamanan selama beraktifitas di kantor. Karena itu disarankan membawa pakaian ganti dan mandi setelah tiba di kantor. Jika sulit mendapatkan akses ke kamar mandi, biasanya solusi yang mudah adalah cukup dengan menggunakan handuk basah untuk menghilangkan keringat dan sedikit deodorant cukup untuk mengurangi bau badan. 

Setelah bersepeda dengan jarak tempuh yang cukup jauh di pagi hari, dikhawatirkan badan menjadi lelah dan mengantuk saat bekerja di kantor. Hal ini merupakan anggapan yang salah, mengingat bersepeda di pagi hari dapat melancarkan aliran darah dan meningkatkan serapan oksigen bagi otak kita.  Untuk pemula, pastikan jarak tempuh tidak terlalu jauh. Jarak sekitar 5-10 kilometer atau waktu tempuh antara 20 – 40 menit merupakan jarak yang ideal untuk ber bike to work. Biasanya bersepeda pertama kali merupakan saat yang paling berat.  Jika kita berhasil melewatinya, yang kedua dan selanjutnya menjadi jauh lebih mudah. Bahkan bersepeda bisa menjadi sesuatu yang adiktif, karena kita menikmatinya.

Mitos bahwa bersepeda dapat menyebabkan impoten atau steril bagi kaum pria, jauh dari kebenaran. Buktinya bisa ditanyakan langsung kepada anggota bike to work. Selain itu anggapan bahwa bersepeda hanya untuk kalangan tidak mampu, sehingga malu untuk bersepeda, sudah tidak berlaku lagi.

Sebuah buku panduan lengkap untuk memulai bike to work disusun oleh Carlton Reid dan Tim Grahl sangat berguna bagi pemula. Buku tersebut juga tersedia dalam format dijital dan dapat diunduh di www.biketoworkbook.com.

Tags:

2 komentar

  1. aaaaa … saya belum punya kantor …

Beri komentar