Let’s share the road to save the world

sharethe roadCatatan 22 Juli

Pagi hari ini langit terlihat berawan agak mendung. Hmm….cuaca yang cocok buat bersepeda ke kantor, apalagi kalo tambah hujan dikit, pasti udara tambah segar dan jalan lebih lengang . Ahh kuhentikan lamunanku tentang jalan yang sepi, waktunya kembali ke kenyataan yang tak kalah seru.

Om Sidiq baru saja mengabarkan bahwa dia tidak gowes hari ini, katanya mau naik transmusi aja. Dia merupakan sahabat di segala hajat. Mulai dari teman kuliah, tetangga di deket rumah, kolega dalam pekerjaan, teman gowes ke kantor, hingga teman seperjuangan dalam menjalankan komunitas Bike to Work Palembang.  Hari Senin dan Kamis memang biasanya digunakannya untuk berpuasa, sehingga ustadz yang satu ini memilih untuk tidak gowes ke kantor.

Menjadi lone rider tidak seburuk yang kita kira. Seringkali kita merasa lebih leluasa dan bebas dalam menggowes, memilih jalur dan menentukan kecepatan. Jalur yang kutempuh hari ini tidak berbeda dengan biasanya. Hanya sedikit lebih lengang yang didukung dengan cuaca yang lebih segar. Mirip dengan lamunanku tadi pagi. Pengendara kendaraan bermotor pun cenderung menjadi tidak terlalu agresif. Hanya, seperti biasa, angkot dan bus kota yang suka berhenti mendadak dan di sembarang tempat. Tetapi semuanya sudah saya antisipasi sehingga perjalanan tetap menyenangkan.

Pak Polisi dan Bu Polisi terlihat disiplin menjaga setiap persimpangan jalan atau tikungan, untuk mengatur kendaraan-kendaraan yang ingin lewat. Saat itu, tak terlihat pengendara yang nyelonong walaupun Polisi sudah memberikan tanda untuk berhenti.

Saat melintas Fly Over Simpang Polda, saya melihat pengendara sepeda lain dengan sepeda MTB dan menggunakan helm melintas di jalan di bawah saya menuju Jalan Basuki Rahmat. Saya tidak bisa mengenali identitasnya dari kejauhan. Dari perawakannya pasti bukan om Roby yang kerja di deket Pagi Sore. Atau Om Bayu kah? yang baru saja memperkenalkan diri yang suka gowes ke kantor dari Sukabangun 1 ke Polda. Sepanjang perjalanan, paling tidak saya bertemu dengan 5 pesepeda lainnya, seperti pedagang dan buruh bangunan. Saya senang bertemu dengan mereka di jalan raya saat hari biasa. Saya merasa tidak sendirian.  I was alone but not lonely.

Saya yakin, akan bertambah banyak masyarakat Palembang yang menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi untuk aktifitas regulernya.  Upaya pemerintah dalam mensosialisasikan dan memfasilitasi hak pesepeda sesuai dengan undang-Undang No 22 tahun 2009, akan sangat kami apresiasi setinggi-tingginya. Hal ini akan meningkatkan kepedulian pengendara kendaraan bermotor tentang hak pesepeda di jalan raya. Terima kasih untuk berbagi jalan dengan kami. You share the road and you save the world !!

Tulisan ini juga dapat di baca di: http://alesklar.wordpress.com

Satu komentar

  1. sayang pagi ini ga sepedaan ga ketemu kita dijalan om
    kayaknya itu om roby yang baru nganterin helm ke rumah

Beri komentar