Bila belum pernah duduk atau mengunjungi tepian Sungai Musi, belumlah lengkap mengunjungi kota Palembang. Tempat menarik dan tepat untuk menikmati lalu lintas sungai, menyaksikan matahari terbit dan terbenam, atau sekedar menikmati pesona Jembatan Ampera di malam hari, di mana lagi kalau bukan di tepian Plaza Benteng Kuto Besak (BKB).

Luasnya plaza ini sering dijadikan pusat hiburan pada event-event besar tertentu, mulai dari acara tahun baru, konser musik, jalan santai, pameran, sampai dengan pelantikan walikota Palembang yang baru periode ini. Di hari-hari biasa, Plaza BKB tidak seramai akhir pekan. Tempat yang tepat untuk menikamati semilir angin Sungai Musi, jalan santai bersama keluarga dan sahabat, atau sekedar mencicipi panganan khas Palembang. Dari sini pula bisa ditemui getek, sejenis perahu motor, yang dapat disewa untuk mengelilingi Sungai Musi sesuai pesanan pelanggan, bahkan sampai ke Pulau Kemaro. Selain getek, Kapal Putri Kembang Dadar dan kapal Puskesmas Terapung juga bersandar di dermaga BKB ini.

Saat ini program pemerintah untuk mempercantik sepanjang tepian sungai terus berlanjut. Sampai saat ini kawasan daerah Pasar 16 Ilir juga sudah mengalami perbaikan, sama nyamannya dengan Plaza BKB meski belum begitu luas. Begitu pula di tepian 7 Ulu sanpai 10 Ulu. Diharapkan dengan mempercantik tepian sungai ini dapat menarik minat pengunjung ke kota Palembang.
Tags: benteng kuto besak, bkb
8 komentar
salam kenal…
saya dari Lampung tapi pernah ke lokasi Benteng Kuto Besak ini. Cukup bagus tempat dan suasana sorenya, andai saja sungainya bisa lebih bersih dari sekarang. PAsti lebih bisa jadi lokasi wisata yang paling bagus di Palembang.
Sebenernya masih banyak yang kurang dari BKB kl kita melihatnya sebagai konsep wisata tepian sungai dan ruang publik…. masih ada beberapa penambahan yang mesti dilakukan… like tempat2 duduk, atw pusat2 jajan rakyat…. tp aq g pernah liat pas malem sich apa ada atw g… plus acara2 yg diadain disana biar BKB lebih hidup… coba deh liat ruang2 publik di kota2 lain pasti hidup dengan kegiatan2 komunitas2 di kota itu, mulai dari bloger, klub motor, bahkan pecinta sepeda onthel dijogja…
hhmmm…nampaknya kita juga harus berani membuat artikel yang membangun untuk kemajuan kota kita Palembang…
NB: aq juga ada beberapa opini ttg Palembang, kapan2 aq share…
pas nyampe bkb sih happy, tapi pas duduk2 di pinggiran pager bkb, hiks! sampah di sungainya membumbung tinggiiiiii… makin banyak yg jualan dg perahu apung di tepi sungai, makin banyak sampah yg akan meramaikan sungai musi.. kapan yah kesadaran akan kebersihan itu muncul di masyarakat?
Sejak tahun 2006 tinggal di sini, cukup sekali saya datang pas sore hari ke BKB. Setelah itu, sudah…gak ada niat ke sana lagi… secara tak ada hal menarik yang bisa diliat…kecuali sungai Musi…yang kotor..
Belum lagi, baru aja mo kesana, orang2 udah pada memperingatkan: “Ati2 banyak rampoknyo!!”
Palembang needs many changes!!!
BKB memang cukup mempesona. Saran dan rencana yang ditulis pak Victor di komen artikel defickry juga bagus tuh.
Jadi sepanjang mulai dari BKB sampailah ke arah utara dijadikan base utk pariwisata dan budaya
saatnya kita mulai menjaga dan merawat BKB sebagai satu kebanggaan Palembang, selain Ampera dan Sungai Musi yang menghiasinya
What??? Sudah ada plaza di Benteng Kuto Besak? Sebelah mana ya? Waduh, saya jadi pengen pulang nih…
Semoga yang bukan Palembang bisa ikut mengembangkan Kota palembang kini dan seterusnya dan terutama daerah BKB.. Karena selian kebersihan serta sampahnya, adalah banyak dijadikan sebagai tempat maksiat.. Semoga..