5 tahun terakhir ini Palembang berkembang sangat pesat, pembangunan infrastruktur oleh PEMKOT mulai dirasakan manfaatnya bagi masyarakat kota Palembang. Lihat saja penataan ulang kawasan pasar 16 ilir dan area di bawah proyek.
Pergerakan ekonomi mikro juga maju secara signifikan dan diiringi dengan banyaknya investor yang berbisnis di kota Palembang. Palembang di malam hari, terasa sekali menjamurnya kafe-kafe yang menyajikan live music dan suasana nongkrong anak muda.
Anak-anak muda kota Palembang sudah mulai berlomba-lomba untuk berbisnis, kita lihat saja pemilik studio band, distro dan kafe. Kebanyakan dimiliki oleh anak-anak muda yang enerjik dan kreatif. Saya pernah bincang – bincang dengan manajemen group band indie lokal, ternyata untuk mengasah performa panggung itu nggak sulit di kota Palembang. Banyak sekali event dan kafe – kafe yang memberikan ruang untuk itu.
Perkembangan komunitaspun tidak kalah dashyatnya. Mereka bukan sekedar kongkow atau nongkrong saja, tapi sudah lebih dari kegiatan yang kreatif. Ambil contoh saja seperti Komunitas Blogger Palembang wongkito.net yang secara konsisten membuat kegiatan – kegiatan sosial, komunitas fotografi yang hunting foto bersama, komunitas bike2work yang terus melakukan kampanye hijaukan kota Palembang. Dan masih banyak lagi contoh lainnya.
Pertanyaanya adalah: “Apa peran pemerintah kota Palembang untuk memberdayakan potensi komunitas ini?”
Hal yang harus dilakukan PEMKOT adalah menyediakan tempat dan kegiatan bagi aktivitas semua komunitas. Tentu saja dengan tujuan menyatukan visi mereka untuk berbuat yang terbaik untuk kemajuan kota Palembang.
Kegiatan seperti apa tuh?
PEMKOT sediakan tempat bagi mereka berkumpul untuk mempertunjukan kreatifitas. Bisa berbentuk talkshow, teater, bazar dan kompetisi. Dengan memanfaatkan media lokal dan nasional PEMKOT bisa mengkemas acara ini menjadi lebih menarik dan interaktif.
Untuk stabilitas penyampaian pesan ke publik. PEMKOT harus pusatkan di satu tempat secara permanen, dan menurut saya yang cocok adalah MONPERA. Di dasari pertimbangan strategis, historis dan lain sebagainya.
Bagi saya ! Monumen itu dibangun untuk mengingatkan kita akan sejarah yang bisa menginspirasi banyak orang. Biar itu bisa berfungsi dengan baik! Kita harus menuangkannya dalam bentuk “Action”, bukan pada slogan semata atau tertulis di kertas yang mulai lusuh, dimana belum tentu menarik minat generasi muda kita untuk membacanya.
Bravo .. Wong Palembang!
Sumber gambar : http://itikkecil.wordpress.com
4 komentar
Topik tulisan yang menarik… Komunitas memang berperan penting dalam perkembangan suatu kota. inisiatif Pemkot Palembang untuk memfasilitasi komunitas-komunitas yang ada di Palembang dengan kegiatan-kegiatan yang inovatif dan kreatif..
Untuk selanjutnya penting juga untuk mengajak komunitas-komunitas yang ada di Palembang dalam menentukan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Palembang sehingga dapat menyalurkan aspirasi komunitas yang ada di Palembang..
sudah sepantasnya ada ruang publik yang bisa dimanfaatkan untuk bermain musik. ada tiga tempat yg bisa dijadikan untuk itu. pertama di Benteng Kuto Besak, kedua di Monpera, dan ketiga Kambang Iwak.
bila pemerintah kota Palembang bisa memfasilitasi hal tersebut, akan tumbuh bidang2 laen yang menunjang aktivitas bermusik. dampaknya, pererkonimian warga bisa meningkat.
Ayo..kita dorong sama-sama…
dengan menyatukan pemikiran dan memberdayakan komunitas, kota ini akan semakin bersinar menuju Palembang kota Internasional berbudaya dan religius