Apakah yang terlintas dipikiran kita ketika menyebut nama Palembang? Kalau saya pastinya adalah Pempek. Yak… ibukota dari Propinsi Sumatera Selatan ini memiliki makanan khas yang setiap orang yang saya temui dari mana saja pasti tau. Selain itu juga Palembang memiliki sungai yang membelah kota tersebut menjadi dua dan dihubungkan oleh jembatan yang cukup legendaris di negeri ini yaitu Jembatan Ampera.
Saya lahir disana sekitar 25 tahun yang lalu dan pergi merantau untuk mencari ilmu sejak tahun 2002. Setiap minimal satu tahun sekali saya pulang. Dari tahun ke tahun, saya melihat banyak sekali perubahan yang terjadi pada kota sungai ini antara lain:
1. Kota Palembang menjadi kota Ruko (Rumah Toko). Saya cukup bingung dengan konsep kota ini, setiap sudut kota pasti terdapat Ruko. Saya jadi ingat ada Ruko di dekat rumah saya sampe sekarang masih kosong, dan disebelah-sebelahnya sudah dibangun ruko-ruko baru lagi yang lagi-lagi saya bingung, yang ada aja belum laku, sudah bangun yang baru.
2. Daerah Resapan Air Berkurang. Sebagai kota dataran rendah yang sebagian besar daratannya adalah sungai dan rawa, sekarang sudah berubah. Di daerah rawa-rawa sudah berdiri kokoh bangunan yang tingginya melebih tanah. Jadilah jalan-jalan di Palembang Banjir. Tidak hanya jalan, perumahan-perumahan lama yang tadinya aman banji sekarang menjadi potensi banjir jika terjadi hujan.
3. Macet. Coba siang-siang jalan di daerah sudirman, wah lalu lintasnya cukup semerawut. Pemerintah cukup care tentang ini sepertinya, salah satu solusi dari pemerintah yang telah terwujud adalah dengan dibangunnya jembatan layang di Simpang Polda. Nice!
4. Pariwisata. Dulu jika pergi ke bawah Jembatan Ampera kita harus sangat berhati-hati, karena daerah ini dulu terkenal dengan kriminalitasnya karena sepi dan gelap. Tapi seiring dengan perkembangan zaman, sepertinya kriminalitas di Palembang telah menurun dan tempat dibawah Jembatan Ampera tersebut kini menjadi tempat favorite orang-orang untuk melihat dengan jelas Jembatan Ampera atau mencari perahu untuk berkeliling di sungai musi menikmati wisata air.
5. Stadion & Klub Sepakbola. Saya ingat waktu kecil dahulu, sepakbola untuk liga nomor satu di Indonesia hanya bisa ditonton dari televisi, namun sekarang Palembang telah memiliki klub sepak bola jawara yang bisa dibanggakan dan juga didukung oleh stadion bagus sehingga masyarakat kota Palembang bisa menonton sepak bola langsung.
6. Semakin Panas. Ntah ini efek global warming atau banyaknya penebangan liar di daerah sekitar kota Palembang yang tujuannya adalah untuk membuka lahan menjadi perkebunan atau bangunan.
Mungkin masih banyak perubahan-perubahan yang terjadi di kota ini, tapi saya berharap perubahan tersebut benar-benar positif dan memperhitungkan efek dari segalanya, jangan sampai perubahan ini menjadi boomerang sendiri untuk kota dimana kerajaan Sriwijaya pernah Berjaya disini.
3 komentar
Jadi Palembang mau jadi “Kota Sejuta Ruko”
?
huakakak
palembang…
semua berakhir disini, tempatku mulai bermimpi