Mencoba menikmati jalur Car Free Day, di seputaran Kambang Iwak Besak, Palembang. Suatu program yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Kota Palembang mengikuti jejak kota – kota besar lain. Berangkat dengan anak – anak lengkap membawa sepeda. Yang terbayang adalah kesantaian dan bebas membiarkan anak – anak bermain sepeda sesukanya di jalan raya. Tapi apa daya, ternyata aku harus full menjaga anak-anak bersepeda. Bukannya karena mereka belum bisa bersepeda tetapi takut di tabrak oleh sepeda motor atau mobil. Bahkan sebuah mobil plat merah ada di jalur car free day, aduh…..siapa ya orang itu? Kalau sepeda motor jangan ditanya, beberapa anak-anak remaja lalu lalang dengan sepeda motornya bahkan lengkap dengan suara knalpot yang keras. Hebatnya lagi, kalau ada yang mau pulang, tukang parkir langsung angkat pembatas dan lewatlah mobil dari jalur car free day.
Sebenarnya buat apa sih program ini? CFD adalah program yang mendorong masyarakat untuk tidak memakai kendaraan yang memakai bahan bakar fosil selama satu hari dengan tujuan peningkatan mutu lingkungan. CFD mendorong pemakaian tranportasi masal, sepeda atau berjalan kaki dimana pengembangan kota agar bisa di atur sehingga masyarakat dapat mejangkau tempat kerja atau berbelanja dengan bersepeda atau berjalan kaki. Sulit memang dengan kondisi wilayah yang sangat luas dan sistim pembangunan yang sentralistik. Pokoknya CFD bertujuan agar lingkungan semakin baik.
Kembali kepada program pemerintah kota, maka pertanyaan yang menggelitik, seberapa serius dengan program CFD ini. Jika masih ada pengendara yang nakal masuk ke lintasan, berarti masyarakat belum sadar dengan tujuan sesungguhnya dari program CFD. Yang terpikir hanyalah berhibur saja. Jika memang serius maka upaya untuk mensterilkan jalur sangat penting. Jalan harus diblokir dengan portal yang tidak mudah untuk dipindah-pindahkan, kemudian petugas agar tetap stand by dari awal sampai jam CFD berakhir dan yang penting apa tindakan untuk kendaraan yang tetap nekat. Hal ini penting untuk ditegaskan, jangan sampai masyarakat terjebak. Mengira bahwa jalur tersebut benar-benar steril dari kendaraan bermotor tetapi ternyata masih berbahaya. Tapi apapun bentuknya kita tetap perlu mendukung program CFD, karena besar atau pun kecil, kita sudah memberikan kontribusi bagi lingkungan yang akan kita wariskan buat anak cucu. Harapan tentunya pemerintah kota bisa memperbaiki kekurangan yang masih ada. Sambil menunggu harapan terwujud, bagi saudara-saudara yang akan menikmati jalur CFD, agar tetap berhati-hati……………………
2 komentar
Harusnya, lokasinya sudah mulai diperluas. Jadi tidak hanya di Kambang Iwak. Masih banyak tempat-tempat lain yang bisa dijadikan sebagai area CFD.
saya pikir memang Kambak Iwak ini memang perlu diberikan perda tidak boleh bagi kendaraan yg menimbulkan polusi ..tapi masalahnya disana ada hotel swarnadwipa..
selain itu perlunya penyuluhan secara intensif kepada masyarakat tentang kesadaran CFD secara terus menerus..